Target Jelas, Aksi Nyata! Wabup Mimik Kebut 100 Koperasi Desa, Ekonomi Rakyat Digenjot dari Akar

SIDOARJO | JWI – Komitmen memperkuat ekonomi berbasis desa terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, menegaskan percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih sebagai langkah nyata mendorong kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan saat peletakan batu pertama pembangunan koperasi di Desa Temu, Kecamatan Prambon, Rabu (18/3/2026), yang menjadi salah satu titik strategis dalam program tersebut.

“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan koperasi Merah Putih. Sebelumnya di Desa Mindugading, dan sekarang di Desa Temu,” ujar Wabup Mimik.

Ia menjelaskan, program Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari kebijakan nasional yang dilaksanakan secara bertahap di seluruh wilayah, termasuk Kabupaten Sidoarjo.

Dari total sekitar 340 desa, pada tahap awal difokuskan pembangunan di 100 titik koperasi.

“Yang sudah mulai proses pembangunan saat ini sekitar 80 titik. Artinya progresnya sudah mencapai kurang lebih 80 persen dari tahap pertama,” jelasnya.

Pemkab Sidoarjo menargetkan seluruh pembangunan tahap pertama dapat rampung pada Oktober 2026, dengan fokus utama saat ini pada penyelesaian infrastruktur fisik.

“Target kita bulan Oktober sudah selesai untuk tahap pertama. Saat ini kita memang masih fokus pada pembangunan fisiknya terlebih dahulu,” tegasnya.

Terkait operasional koperasi, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat agar implementasi berjalan optimal dan tepat sasaran.

“Untuk operasional nanti akan ada arahan dari pusat. Kita pastikan semuanya berjalan sesuai mekanisme,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Wabup Mimik berharap kehadiran Koperasi Desa Merah Putih mampu menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat kemandirian desa.

“Harapan saya, koperasi ini benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi desa dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga memastikan bahwa proses pembangunan berjalan lancar tanpa kendala berarti, berkat sinergi yang solid antara pemerintah daerah, legislatif, serta seluruh pemangku kepentingan.

“Alhamdulillah sejauh ini tidak ada kendala di lapangan. Semua berjalan baik karena kerja sama yang kuat, termasuk dukungan dari DPRD dalam pengawasan,” pungkasnya. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *