SIDOARJO | JWI – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.AP., menerima audiensi Komunitas Songgo Seni Indonesia di Ruang Rapat Wakil Bupati, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, Rabu (15/7/2026).
Pertemuan yang turut didampingi Kepala Bidang Kebudayaan Dispendikbud Kabupaten Sidoarjo, Sukartini, M.Pd., itu membahas penguatan ekosistem kebudayaan sekaligus apresiasi atas prestasi komunitas tersebut yang berhasil menembus 10 besar Festival Garuda Mahambara 2026.
Festival Garuda Mahambara merupakan ajang yang diselenggarakan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur di bawah Kementerian Kebudayaan. Dari 31 karya yang masuk, Komunitas Songgo Seni Indonesia berhasil lolos ke 10 besar dan dijadwalkan mengikuti tahapan seleksi berikutnya pada 22 Juli 2026 untuk memperebutkan posisi lima besar.

Dalam kompetisi tersebut, komunitas mengangkat pertunjukan teater sastra bertajuk “Garuda Mahambara”, yang mengisahkan perjuangan Garuda membebaskan ibunya dari perbudakan. Karya tersebut mengangkat nilai-nilai keberanian, pengorbanan, dan semangat kebangsaan yang menjadi inspirasi lahirnya Lambang Garuda Pancasila.
Perwakilan Komunitas Songgo Seni Indonesia, Achmad Aji Laksana atau sapaan akrabnya Mamad menjelaskan bahwa komunitas yang mereka dirikan merupakan organisasi seni pertunjukan independen yang tidak berada di bawah lembaga pendidikan maupun instansi tertentu. Anggotanya berasal dari kalangan pelajar SMP, SMA, mahasiswa hingga alumni yang selama ini aktif berkarya di bidang teater.

“Kami berdiri secara independen. Anak-anak yang bergabung merupakan siswa, mahasiswa hingga alumni yang sudah lama berproses bersama dalam kegiatan teater dan seni pertunjukan,” ujar perwakilan komunitas.
Sebelum membentuk komunitas, para pembina aktif mengembangkan teater pelajar di SMP Negeri 2 Sukodono. Dari sekolah tersebut lahir berbagai prestasi, di antaranya Juara I Teater Pelajar Jawa Timur pada Pekan Seni Pelajar (PSP) 2015 yang mengantarkan mereka mewakili Jawa Timur ke tingkat nasional di Jakarta pada 2016. Saat itu, tim berhasil meraih empat penghargaan dari lima kategori yang diperlombakan.
Usai tidak lagi aktif membina di sekolah, para alumni kemudian membentuk Komunitas Songgo Seni Indonesia sebagai wadah kreativitas yang tetap berfokus pada pembinaan generasi muda melalui seni pertunjukan.

Komunitas ini juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Pada masa pandemi COVID-19 tahun 2020, mereka berhasil menembus enam besar Parade Teater Jawa Timur yang digelar secara virtual, sekaligus menjadi pengalaman awal mengembangkan pertunjukan berbasis media digital.
Meski telah menorehkan sejumlah prestasi, seluruh aktivitas komunitas hingga kini masih berjalan secara swadaya. Rumah pribadi pembina dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul, berlatih, dan menyusun konsep pertunjukan. Sementara latihan rutin juga dilakukan di sekolah maupun ruang terbuka yang tersedia.
Menurut mereka, tantangan terbesar komunitas seni independen bukan hanya menghasilkan karya, tetapi juga menjaga keberlanjutan organisasi melalui penguatan manajemen dan kemandirian ekonomi.

“Kami ingin membangun komunitas yang benar-benar mandiri. Tidak hanya berkarya, tetapi juga memiliki strategi pemasaran, membuat merchandise, hingga mengembangkan produk kreatif yang dapat menopang kegiatan seni,” ungkapnya.

Melalui audiensi tersebut, Komunitas Songgo Seni Indonesia berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dapat terus membuka ruang kolaborasi dan memperkuat ekosistem kebudayaan. Dukungan pemerintah dinilai penting, tidak hanya bagi komunitas mereka, tetapi juga bagi sanggar seni, kelompok teater pelajar, komunitas independen, hingga pelaku seni di lingkungan perguruan tinggi.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana menyampaikan apresiasi atas capaian Komunitas Songgo Seni Indonesia yang berhasil mengharumkan nama Kabupaten Sidoarjo di tingkat provinsi. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, kata dia, berkomitmen mendukung pelestarian dan pengembangan kebudayaan sesuai mekanisme serta ketentuan yang berlaku.
Prestasi yang diraih Komunitas Songgo Seni Indonesia menjadi bukti bahwa komunitas seni independen mampu menghasilkan karya berkualitas sekaligus berperan dalam pembinaan generasi muda. Diharapkan keberhasilan tersebut menjadi inspirasi bagi tumbuhnya ruang-ruang kreatif baru serta semakin memperkuat identitas budaya Kabupaten Sidoarjo. (*).
Reporter : Sugi.






Terimakasih banyak untuk support pada kami Komunitas Songgo Seni Indonesia