Wabup Mimik Idayana Perkuat Sinergi Pegiat Anti HIV, Sidoarjo Targetkan Tekan Penyebaran Kasus HIV

SIDOARJO | JWI – Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, S.AP., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dalam menekan angka penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) melalui penguatan sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, komunitas, hingga para pegiat peduli HIV.

Komitmen tersebut disampaikan saat menerima audiensi para pegiat anti HIV di Rumah Dinas Wakil Bupati Sidoarjo, Selasa (14/7/2026). Pertemuan itu menjadi forum untuk membahas langkah-langkah strategis dalam meningkatkan edukasi, pencegahan, pendampingan, serta menghapus stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV).

Read More

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Mimik menegaskan bahwa penanggulangan HIV tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Menurutnya, diperlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar upaya pencegahan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

“Edukasi yang masif, deteksi dini, serta pendampingan yang berkesinambungan menjadi kunci untuk menekan penyebaran HIV sekaligus meningkatkan kualitas hidup ODHIV. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Mimik.

Ia mengajak tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, tokoh agama, komunitas, hingga masyarakat luas untuk berperan aktif dalam membangun kesadaran tentang pentingnya perilaku hidup sehat dan pencegahan HIV.

Tokoh yang akrab disapa Mak Mimik itu juga menekankan pentingnya menghapus stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV agar mereka dapat memperoleh akses layanan kesehatan, pendampingan, serta dukungan sosial secara optimal.

“Jangan ada diskriminasi terhadap ODHIV. Yang harus kita lawan adalah penyebaran penyakitnya, bukan orangnya. Dengan edukasi yang benar, masyarakat akan lebih memahami pentingnya pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mimik menyatakan Pemkab Sidoarjo siap merangkul seluruh komunitas dan pegiat anti HIV untuk memperkuat program pencegahan hingga tingkat desa dan kelurahan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus menekan laju penularan HIV di Kabupaten Sidoarjo.

“Saya mengapresiasi semangat para pegiat anti HIV yang selama ini terus memberikan edukasi dan pendampingan. Mari kita satukan langkah agar Sidoarjo menjadi daerah yang sehat, peduli, dan mampu menekan angka kasus HIV melalui kolaborasi semua pihak,” katanya.

Melalui sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, komunitas, dan masyarakat, Pemkab Sidoarjo optimistis upaya pencegahan HIV dapat semakin efektif. Selain menekan angka penyebaran kasus, kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang sehat, inklusif, dan bebas stigma, sehingga generasi masa depan Sidoarjo dapat tumbuh lebih berkualitas. (*).

Reporter : Sugi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *