PASURUAN | JWI – Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, membuka Forum Konsultasi Publik Tahun 2026 dan Forum Perangkat Daerah RKPD 2027 yang digelar oleh Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Pasuruan, Kamis (19/2/2026) siang, di Hotel Dalwa Syariah Bangil.
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, sekaligus forum strategis untuk menghimpun masukan publik terhadap arah kebijakan pendapatan daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Pasuruan Diana Lukita Rahayu, Kepala Bapperida Bakti Jati Permana, serta jajaran pejabat struktural dan staf di lingkungan Bapenda. Forum ini juga menjadi momentum penanda purna tugas Kepala Bapenda Kabupaten Pasuruan, Lilik Widji Asri.
Apresiasi dan Penguatan Peran Bapenda
Dalam sambutannya, Bupati Rusdi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Lilik Widji Asri atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjabat sebagai Kepala Bapenda. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh jajaran dan staf Bapenda atas kontribusi dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, Bapenda memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas fiskal daerah, terutama di tengah potensi berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.
“Bapenda ini adalah sektor yang kita harapkan bisa mensubstitusi ketika transfer ke daerah berkurang. Maka penguatannya ada di Bapenda. Bapperida juga tidak akan bisa merencanakan jika tidak ada dukungan anggaran,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) menjadi kunci agar program pembangunan tetap berjalan sesuai rencana, meskipun menghadapi tantangan keterbatasan fiskal.
Kerja Cerdas dan Adaptif di Tengah Keterbatasan Fiskal
Bupati Rusdi juga meminta seluruh jajaran Bapenda untuk bekerja secara cerdas dan cermat dalam mencapai target yang telah ditetapkan, baik oleh pemerintah daerah maupun kementerian terkait.
Menurutnya, capaian target harus selaras dengan indikator yang telah ditentukan. Jika terdapat kekurangan, hal tersebut harus segera menjadi bahan evaluasi dan perbaikan.
Ia menyoroti kondisi sejumlah daerah yang mengalami tekanan fiskal akibat kebijakan pengurangan anggaran dari pusat. Karena itu, Bapenda diharapkan mampu beradaptasi, meningkatkan inovasi pemungutan pendapatan, serta mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
“Birokrasi ini harus menyesuaikan zaman. Kalau tidak, maka akan ketinggalan. Kita harus bisa lebih baik dari yang lain. Dengan keterbatasan fiskal, kita harus bekerja cerdas dan pelayanan kepada masyarakat harus cepat,” ujarnya.
Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan berharap tercipta sinergi antara perangkat daerah dan masyarakat dalam merumuskan kebijakan pendapatan yang efektif, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Reporter : A. Fandi





