Ar-Rahmah Fest 2026 Sidoarjo Diikuti 250 Anak TK, Padukan 5 Lomba, Tahfidz hingga Pemeriksaan Kesehatan

SIDOARJO | JWI – Sekitar 250 anak dari jenjang taman kanak-kanak (TK) mengikuti Ar-Rahmah Fest 2026 yang diselenggarakan SD Islam Ar-Rahmah Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (24/10/2026). Memasuki tahun ketujuh penyelenggaraan, festival ini menghadirkan lima kategori perlombaan edukatif, seminar parenting, serta layanan pemeriksaan dan konsultasi tumbuh kembang anak.

Mengusung tema “Healthy Kids, Happy Travels Around the World”, kegiatan yang berlangsung di SD Islam Ar-Rahmah, Dusun Lengki RT 17 RW 05, Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, pukul 08.00–10.00 WIB, tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan akademik, kecintaan terhadap Al-Qur’an, dan kepercayaan diri sejak usia dini.

Tidak hanya berorientasi pada kompetisi, Ar-Rahmah Fest juga dirancang untuk memperkuat pendidikan karakter sekaligus membangun sinergi antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan mitra kesehatan dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Kegiatan tersebut dihadiri Pembina Yayasan Ar-Rahmah Drs. H. Mukrimin, Ketua Yayasan Ar-Rahmah Ustadz Ahmad Farid, S.Pd., Kepala SD Islam Ar-Rahmah Ustadzah Niswatun Khalim, S.Pd., perwakilan RS As-Sakinah Medika, Kepala Dusun Sukodono, Ketua Forsi Bunda Laily A’idah, para guru TK se-Sidoarjo, orang tua, serta peserta lomba.

Tujuh Tahun Ar-Rahmah Fest, Peserta Terus Bertambah

Ketua Yayasan Ar-Rahmah Ustadz Ahmad Farid, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada peserta, orang tua, para ustaz dan ustazah, serta seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan festival. Dukungan juga datang dari 23 sponsor yang berkontribusi dalam kegiatan tersebut.

Berdasarkan keterangan panitia, jumlah peserta Ar-Rahmah Fest menunjukkan peningkatan sejak pertama kali diselenggarakan. Pada tahun awal, kegiatan diikuti sekitar 50 anak, kemudian meningkat menjadi 75, 100, dan 150 peserta, hingga mencapai sekitar 250 anak pada 2026.

Peningkatan tersebut menjadi salah satu indikator berkembangnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan pendidikan yang menggabungkan kompetisi, kreativitas, dan pembentukan karakter.

Panitia juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua selama anak mengikuti perlombaan. Pendampingan keluarga diharapkan membantu anak merasa nyaman, meningkatkan keberanian untuk tampil, serta menjadikan pengalaman berkompetisi sebagai bagian dari proses belajar.

Dari 19 Siswa, SD Islam Ar-Rahmah Kini Berkembang Menjadi Lebih dari 340 Siswa

Kepala SD Islam Ar-Rahmah Niswatun Khalim, S.Pd., menjelaskan bahwa sekolah yang pada awal berdiri memiliki 19 siswa kini berkembang dengan jumlah peserta didik lebih dari 340 anak.

Dalam keterangan yang disampaikan pada kegiatan tersebut, jumlah siswa berada pada kisaran 343–346 anak. Sekolah juga menyebut kelas I telah memiliki empat rombongan belajar.

Perkembangan tersebut diiringi upaya meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pengembangan kurikulum, penyusunan bahan ajar mandiri, serta peningkatan sarana dan prasarana.

Sejumlah fasilitas yang dikembangkan meliputi pendingin ruangan, CCTV, proyektor, dan pengeras suara untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Sekolah juga mendorong para ustadz dan ustadzah menyusun bahan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Dalam pengembangan kemampuan bahasa Inggris, SD Islam Ar-Rahmah telah menjalin kerja sama dengan Mentari Group untuk mendukung program pembelajaran bahasa asing.

Tahfidz, English Program, dan Boarding School Jadi Program Unggulan

Dalam wawancara di sela kegiatan, Niswatun Khalim menjelaskan bahwa pengembangan pendidikan SD Islam Ar-Rahmah bertumpu pada tiga program unggulan, yakni tahfidz Al-Qur’an, English Program, dan boarding school.

Program tahfidz diarahkan untuk membangun kedekatan siswa dengan Al-Qur’an sekaligus meningkatkan kemampuan hafalan secara bertahap.

Berdasarkan data yang disampaikan pihak sekolah, terdapat 46 siswa dengan hafalan satu juz, 16 siswa dua juz, tiga siswa tiga juz, serta masing-masing satu siswa dengan hafalan empat dan lima juz. Sekolah juga menyampaikan bahwa salah seorang lulusan sebelumnya telah mencapai hafalan tujuh juz.

Sementara itu, English Program yang telah berjalan sekitar tiga tahun membiasakan siswa menggunakan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari. Pembelajaran dilakukan melalui komunikasi sederhana di lingkungan sekolah, termasuk ketika meminta izin atau menyampaikan kebutuhan kepada guru.

Pembiasaan tersebut diharapkan meningkatkan keterampilan berbahasa sekaligus membangun keberanian siswa untuk berkomunikasi.

Sekolah juga merencanakan pengembangan International Class Program (ICP) dalam satu hingga dua tahun mendatang. Rencana ini masih memerlukan pematangan, termasuk penetapan kurikulum, persyaratan penerimaan, dan mekanisme pelaksanaan.

Adapun program boarding school diperuntukkan bagi siswa kelas IV, V, dan VI. Melalui kegiatan berasrama dari Senin hingga Jumat, siswa dibiasakan hidup disiplin dan mandiri sekaligus dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan ke pesantren. Pada akhir pekan, siswa kembali menghabiskan waktu bersama keluarga.

Pendidikan Karakter Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Selain prestasi akademik dan kemampuan keagamaan, SD Islam Ar-Rahmah menempatkan pendidikan karakter sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran.

Pihak sekolah mencontohkan pembiasaan sederhana, seperti merapikan sandal yang berserakan dan mengambil sampah meskipun bukan milik sendiri. Tindakan tersebut digunakan untuk menanamkan kepedulian, tanggung jawab, serta kesadaran melakukan kebaikan tanpa harus menunggu perintah atau mengharapkan imbalan.

Konsep menabung kebaikan diterapkan untuk membangun kebiasaan positif melalui keteladanan dan pendampingan secara konsisten.

Keterlibatan orang tua juga menjadi perhatian dalam menjaga kesinambungan pendidikan karakter antara sekolah dan keluarga. Dalam pembiasaan ibadah, misalnya, sekolah menggunakan buku penghubung untuk membantu memantau pelaksanaan salat siswa.

Apabila ditemukan kebiasaan yang belum konsisten, pihak sekolah berupaya berkomunikasi dengan orang tua untuk memahami kendala dan mencari solusi bersama. Pendekatan tersebut mengutamakan pendampingan sesuai kebutuhan anak, bukan sekadar memberikan teguran.

Mengenali Potensi Anak melalui Observasi dan Ekstrakurikuler

Dalam mengenali potensi peserta didik, sekolah mengutamakan observasi terhadap minat, kecenderungan belajar, dan perkembangan anak, disertai komunikasi dengan orang tua.

Pengamatan terhadap kecenderungan belajar, seperti visual, auditori, dan kinestetik, menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam merancang stimulasi pembelajaran. Observasi tersebut bukan untuk menetapkan diagnosis klinis, melainkan membantu sekolah memahami kebutuhan belajar setiap siswa.

SD Islam Ar-Rahmah menyediakan 16 pilihan kegiatan ekstrakurikuler yang dapat dipilih melalui aplikasi. Hasil pengamatan disampaikan kepada orang tua sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan kegiatan yang sesuai dengan minat dan potensi anak.

Siswa yang menunjukkan ketertarikan pada tahfidz dapat diarahkan untuk memperkuat hafalan Al-Qur’an. Sementara itu, anak yang memiliki minat pada aktivitas fisik dapat didorong mengembangkan keterampilan olahraga, seperti sepak bola, bulu tangkis, lari, atau renang.

Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk mengembangkan kemampuan sesuai minat dan potensinya.

Lima Kategori Lomba Asah Kreativitas Anak TK

Ketua Pelaksana Ar-Rahmah Fest 2026, Ustadzah Tety, menjelaskan bahwa festival tahun ini menghadirkan lima kategori perlombaan, yakni tahfidz Al-Qur’an, mewarnai, fun math challenge, spelling bee, dan menyusun puzzle.

Setiap kategori dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mengasah kemampuan anak sesuai bidangnya.

Lomba tahfidz menjadi sarana menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, sedangkan mewarnai memberi ruang bagi kreativitas dan ekspresi seni. Melalui fun math challenge, peserta diperkenalkan pada konsep matematika dengan pendekatan yang menyenangkan.

Adapun spelling bee melatih kemampuan mengeja kosakata bahasa Inggris, sementara lomba menyusun puzzle mengasah konsentrasi, ketelitian, dan kemampuan memecahkan masalah.

Khusus kategori tahfidz, panitia membagi materi perlombaan menjadi dua level, yakni Surah At-Takatsur hingga Al-‘Adiyat untuk level pertama dan Surah An-Naba’ hingga An-Nazi’at untuk level kedua.

Panitia menyiapkan piala bagi juara pertama, kedua, dan ketiga, serta sertifikat elektronik bagi seluruh peserta. Hadiah lainnya meliputi voucher Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), goodie bag, dan hadiah tambahan.

Rangkaian acara juga dimeriahkan pertunjukan extravaganza dan festival bazar yang menambah suasana kebersamaan bagi peserta, orang tua, serta pengunjung.

Ustadzah Tety berharap Ar-Rahmah Fest dapat terus berkembang menjadi kegiatan edukatif yang dipercaya masyarakat dalam mendukung pertumbuhan anak. Ia juga berharap SD Islam Ar-Rahmah semakin mendapat kepercayaan orang tua untuk mendampingi anak tumbuh menjadi pribadi yang baik, amanah, dan membanggakan keluarga.

Gandeng RS As-Sakinah Medika, Hadirkan Pemeriksaan Tumbuh Kembang

Aspek kesehatan turut menjadi perhatian dalam Ar-Rahmah Fest 2026. Melalui kolaborasi dengan RS As-Sakinah Medika Sukodono, kegiatan ini menghadirkan seminar edukasi bagi orang tua serta layanan pemeriksaan dan konsultasi tumbuh kembang anak.

Seminar mengangkat tema “Gen Alpha Siap Masuk SD: Menavigasi Tumbuh Kembang, Layar Gawai, dan Kesiapan Belajar di Sekolah”. Berdasarkan materi publikasi kegiatan, seminar menghadirkan dr. Nur Alfiani, Sp.A, sebagai narasumber, sedangkan layanan pemeriksaan tumbuh kembang melibatkan dr. Helmi Uung.

Panitia menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis dengan kuota terbatas bagi 50 peserta. Tingginya minat masyarakat turut terlihat dari pertanyaan sejumlah peserta mengenai kemungkinan penambahan kuota. Namun, pelaksanaan layanan tetap menyesuaikan kapasitas dan waktu yang tersedia.

Kolaborasi tersebut memperluas manfaat festival, sehingga kegiatan tidak hanya berorientasi pada perlombaan, tetapi juga membuka ruang edukasi bagi orang tua mengenai pentingnya memperhatikan tumbuh kembang dan kesiapan belajar anak.

Membangun Generasi Berprestasi, Religius, dan Berkarakter

Penyelenggaraan Ar-Rahmah Fest 2026 memperlihatkan upaya SD Islam Ar-Rahmah Sukodono dalam memadukan pembelajaran, penguatan nilai keagamaan, pendidikan karakter, dan perhatian terhadap kesehatan anak.

Bagi peserta dari jenjang TK dan SD, festival ini bukan sekadar ajang memperebutkan piala. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk belajar berani tampil, mengenali kemampuan diri, menghargai peserta lain, dan menikmati proses belajar dalam suasana yang menyenangkan.

Melalui lima kategori lomba, seminar, serta pemeriksaan tumbuh kembang, Ar-Rahmah Fest diharapkan terus berkembang sebagai ruang pembelajaran dan interaksi positif bagi anak-anak, orang tua, tenaga pendidik, dan masyarakat di Kabupaten Sidoarjo.

Pengembangan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memperhatikan fondasi keagamaan, kemandirian, kepedulian sosial, dan pembentukan karakter menjadi bagian dari upaya SD Islam Ar-Rahmah dalam mendampingi generasi muda sejak usia dini. (*).

Reporter: Sugi | JWI

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *