MediaGuru Gandeng Kemenag Ngawi, Perpustakaan Digital Disiapkan untuk Perkuat Literasi Madrasah

NGAWI | JWI – Kemajuan teknologi seharusnya tidak hanya membuat dunia semakin terhubung, tetapi juga membuka kesempatan yang lebih luas bagi setiap anak untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Semangat inilah yang mendorong MediaGuru memperkuat gerakan literasi melalui program Perpustakaan Digital Madrasah.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan dan sosialisasi program Perpustakaan Digital Madrasah ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ngawi, Kamis (5/11/2026). Program ini menjadi salah satu langkah untuk mendorong transformasi literasi dan pembelajaran berbasis teknologi di lingkungan madrasah.

Kunjungan tim MediaGuru disambut langsung Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Ngawi, Dr. H. Muh. Ersat, M.H.I., didampingi Kasi Pendidikan Agama Islam (PAI), Yusuf Masruri, S.Ag., M.H.

Sementara itu, tim MediaGuru hadir dengan formasi Moh. Ihsan selaku CEO, Eko Prasetyo selaku Pemimpin Redaksi, serta Andi M. Yasin, Abdur Rohman, Syaiful Rahman, dan Alif.

Dalam pertemuan tersebut, CEO MediaGuru, Moh. Ihsan, memaparkan konsep, mekanisme, hingga teknis pelaksanaan program Perpustakaan Digital Madrasah. Ia menjelaskan, program tersebut bukan sekadar mengubah buku cetak menjadi koleksi elektronik, melainkan membangun ekosistem literasi yang lebih terbuka, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan masa kini.

Melalui perpustakaan digital, siswa dan guru diharapkan dapat menjangkau beragam bahan bacaan serta sumber pembelajaran secara lebih mudah, cepat, dan fleksibel. Kehadirannya juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk memperluas wawasan, menggali informasi, dan mengembangkan kebiasaan belajar secara mandiri.

Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, budaya membaca menjadi semakin penting. Sebab, generasi masa depan tidak cukup hanya mampu menggunakan perangkat digital, tetapi juga harus memiliki kemampuan memahami, memilah, dan mengolah informasi menjadi pengetahuan yang bermanfaat.

Perpustakaan digital diharapkan menjadi jembatan antara kemajuan teknologi dan tumbuhnya budaya literasi. Dengan akses bacaan yang semakin luas, kesempatan anak-anak untuk mengenal dunia ilmu pengetahuan juga semakin terbuka.

“Perpustakaan digital bukan hanya tentang menyediakan buku dalam bentuk elektronik, tetapi bagaimana kita menghadirkan akses pengetahuan yang lebih luas bagi peserta didik dan guru. Harapannya, budaya membaca dan semangat belajar dapat tumbuh semakin kuat di lingkungan madrasah,” terang Ihsan.

Inisiatif tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Ngawi, Dr. H. Muh. Ersat, M.H.I. Ia menyatakan kesiapan Kemenag Ngawi untuk menindaklanjuti program tersebut dengan menunjuk beberapa madrasah sebagai proyek percontohan atau pilot project.

Rencana tersebut menjadi langkah awal untuk melihat penerapan program di lingkungan madrasah sekaligus membuka peluang pengembangan perpustakaan digital secara lebih luas di Kabupaten Ngawi.

Kolaborasi MediaGuru dan Kemenag Ngawi ini diharapkan tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi berlanjut menjadi gerakan nyata dalam memperkuat kualitas pendidikan. Sebab, setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar, membaca, dan menemukan pengetahuan, tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

Pada akhirnya, teknologi hanyalah sarana. Tujuan yang lebih besar adalah melahirkan generasi madrasah yang berwawasan luas, memiliki daya pikir kritis, berkarakter, serta mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan budaya membaca dan semangat menuntut ilmu.

Melalui sinergi ini, perpustakaan digital diharapkan bukan sekadar menjadi fasilitas pendidikan baru, melainkan pintu menuju masa depan literasi madrasah yang lebih inklusif, inovatif, dan berkemajuan.
(ep/mg)

Redaksi : JWI.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *