BANGKO | JWI – Kabar menggembirakan datang dari Paris, Prancis. Merangin Jambi UNESCO Global Geopark (MJUGGp) berhasil meraih penilaian green card atau kartu hijau dalam Sidang ke-11 Dewan UNESCO Global Geoparks (11th Session of the Council of UNESCO Global Geoparks), Selasa (3/11/2026), di Markas Besar UNESCO, Paris.
Capaian tersebut menjadi kabar positif bagi Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, sekaligus menegaskan bahwa kawasan geopark kebanggaan daerah itu masih memperoleh pengakuan dalam penilaian internasional, meskipun menghadapi sejumlah persoalan lingkungan.
Mewakili Bupati Merangin M. Syukur, Sekretaris Daerah (Sekda) Zulhifni bersama Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Disparpora, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta jajaran Badan Pengelola Geopark Merangin mengikuti jalannya sidang secara daring.
Kegiatan tersebut dipantau dari Sekretariat Badan Pengelola Merangin Jambi UNESCO Global Geopark yang berada di area belakang Kantor Bappeda Merangin.
Keputusan meraih green card tersebut tidak diperoleh dengan mudah. Dalam proses persidangan, sejumlah anggota dewan penilai UNESCO menyoroti persoalan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang masih terjadi di kawasan Geopark Merangin.
Aktivitas pertambangan ilegal tersebut dinilai berpotensi mengancam kelestarian lingkungan dan keberlanjutan kawasan yang menjadi bagian dari warisan geologi bernilai internasional tersebut.
Dalam hasil penilaian, tujuh dari sebelas anggota Dewan UNESCO Global Geoparks memberikan keputusan green card. Sementara empat anggota lainnya memberikan catatan yellow card dengan menyoroti ancaman aktivitas PETI terhadap kelestarian kawasan geopark.
General Manager Badan Pengelola Geopark Merangin Jambi, Agus Zainudin, menyambut gembira hasil penilaian tersebut. Menurutnya, capaian ini merupakan buah dari kerja keras dan komitmen seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam pengelolaan geopark.
Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Merangin dan Pemerintah Provinsi Jambi yang dinilai berperan penting dalam mempertahankan keberadaan Merangin Jambi UNESCO Global Geopark di tingkat internasional.
Meski demikian, Agus menegaskan bahwa persoalan PETI harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum diharapkan mengambil langkah konkret untuk mengatasi aktivitas pertambangan ilegal tersebut.
” Aktivitas PETI menjadi perbincangan alot dalam jajaran dewan council UNESCO Global Geopark. Keberadaan PETI dinilai sangat mengancam kelestarian Geopark Merangin Jambi. Kami berharap, permasalahan ini dapat dituntaskan agar Geopark Merangin Jambi mendapatkan pengakuan sepenuhnya dari dunia,” ujar Agus Zainudin.
Sementara itu, Sekda Merangin Zulhifni menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengelola geopark dan elemen masyarakat yang selama ini konsisten menjaga kelestarian kawasan tersebut.
Menurutnya, raihan green card merupakan capaian yang patut disyukuri sekaligus menjadi motivasi untuk meningkatkan upaya perlindungan terhadap kekayaan alam dan warisan geologi Merangin.

“Ini adalah kabar baik dan capaian yang patut kita syukuri bersama. Atas nama Pemerintah Kabupaten Merangin, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras merawat, menjaga, dan mempertahankan kelestarian Geopark Merangin hingga tetap diakui di kancah dunia,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Zulhifni menegaskan bahwa mempertahankan pengakuan internasional bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Status warisan dunia ini adalah tanggung jawab kita bersama. Saya mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk terus menyatukan langkah, sama-sama menjaga kelestarian Geopark Merangin, serta menghentikan segala bentuk aktivitas ilegal yang dapat mengancam keberadaannya,” tegasnya.
Raihan green card ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Merangin dan Pemerintah Provinsi Jambi untuk memperkuat komitmen perlindungan lingkungan, khususnya dalam mengatasi aktivitas PETI.
Sebab, mempertahankan pengakuan UNESCO tidak cukup hanya dengan capaian penilaian, tetapi juga harus dibuktikan melalui tindakan nyata dalam menjaga kelestarian alam dan warisan geologi untuk generasi mendatang.
Reporter: Afadal.





