SIDOARJO | JWI – Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Porong, Selasa (24/2/2026), untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Sidak tersebut dilakukan pada hari keempat Ramadan, usai kegiatan penyaluran bantuan alat bantu dan kursi roda kepada warga Desa Pamotan dan Desa Candipari. Dalam kunjungannya, Wabup Mimik didampingi perwakilan Polsek Porong, Camat Porong Feri Prasetiya Budi, S.STP., M.HP., Kepala Pasar Porong, serta Kepala Kelurahan Juwetkenongo, Isnanik, SH.
Harga Sembako Relatif Stabil
Dalam dialog langsung dengan para pedagang, Wabup Mimik memantau perkembangan harga kebutuhan pokok serta daya beli masyarakat. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga sembako terpantau relatif stabil dan belum mengalami kenaikan signifikan.

“Alhamdulillah, sampai hari ini harga kebutuhan pokok masih stabil.
Memang ada kenaikan dan penurunan kecil, tetapi masih dalam batas wajar. Insya Allah ketersediaan sembako juga cukup hingga Lebaran nanti,” ujarnya.
Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan terus melakukan pemantauan secara berkala guna menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok agar masyarakat dapat berbelanja dengan tenang menjelang Idul Fitri.
Aktivitas Pasar Sepi, Banyak Lapak Kosong
Meski harga terpantau stabil, Wabup Hj. Mimik Idayana mengaku prihatin melihat kondisi pasar yang relatif sepi.
Sejumlah lapak, terutama di bagian dalam pasar, tampak kosong dan belum terisi pedagang.

“Hari ini saya menyaksikan langsung kondisi Pasar Porong yang masih sepi.
Mungkin karena masih awal Ramadan, sehingga aktivitas belum begitu ramai. Mudah-mudahan mendekati Lebaran nanti bisa kembali menggeliat,” tuturnya.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah daerah, kata dia, harus hadir mencarikan solusi agar pasar tradisional tetap hidup dan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Saya lihat masih banyak lapak kosong. Ini perlu perhatian bersama. Pemerintah harus mencari solusi agar Pasar Porong kembali ramai dan diminati masyarakat,” tegasnya.

Penataan PKL dan Infrastruktur Jadi Perhatian
Salah satu persoalan yang disoroti adalah keberadaan pedagang yang berjualan di luar area pasar. Kondisi tersebut dinilai memengaruhi aktivitas jual beli di dalam pasar karena pembeli cenderung tidak masuk ke area bagian dalam.
“Banyak pedagang di luar pasar, sehingga pembeli tidak masuk ke dalam. Ini perlu kita tata bersama agar aktivitas perdagangan lebih merata dan tertib,” jelasnya.
Selain itu, Wabup Mimik juga menyoroti kondisi akses jalan dan paving di area pasar yang bergelombang. Beberapa pengunjung mengeluhkan kondisi tersebut karena dinilai mengurangi kenyamanan dan membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
“Kalau jalannya bergelombang tentu berisiko bagi pengunjung. Ini akan segera kita komunikasikan dan koordinasikan dengan pihak terkait, karena sebagian area merupakan aset pasar dan terminal,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, lanjutnya, akan mengkaji kewenangan pengelolaan serta langkah perbaikan infrastruktur secara bertahap agar tercipta kenyamanan dan keselamatan bagi pedagang maupun pembeli.
Pedagang Keluhkan Pasar Kian Sepi
Sementara itu, Narti, salah satu pedagang sembako asal Porong, mengaku kondisi pasar semakin hari semakin sepi. Ia berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah konkret untuk menghidupkan kembali aktivitas perdagangan.
“Tadi sudah saya sampaikan ke Bu Wabup, kondisi pasar sekarang makin sepi. Banyak pedagang berjualan di luar, jadi pembeli enggan masuk ke bagian belakang. Kami berharap melalui kunjungan ini pemerintah bisa membantu agar penghasilan kami kembali seperti dulu,” ujarnya.
Melalui sidak tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan bahan pokok, serta melakukan pembenahan tata kelola dan fasilitas pasar demi kenyamanan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.(*).





