SIDOARJO | JWI – Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah dimanfaatkan sebagai ajang strategis untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi antar lembaga di Kabupaten Sidoarjo.

Dalam suasana Syawal yang penuh kehangatan, sejumlah pimpinan daerah melakukan kunjungan silaturahmi, termasuk ke Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, Selasa (7/4/2026). Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi tradisi pasca-Lebaran, tetapi juga ruang diskusi strategis membahas berbagai persoalan daerah.
Wabup Mimik Idayana menerima langsung kunjungan Ketua Bawaslu Sidoarjo, Agung Nugroho, dalam suasana penuh kekeluargaan. Ia menegaskan pentingnya momentum Lebaran sebagai sarana memperkuat komunikasi lintas lembaga.
“Masih dalam suasana Lebaran, kami menyambut baik kedatangan teman-teman Bawaslu. Ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan Bawaslu,” ujarnya.
Menurutnya, hubungan yang harmonis antar lembaga menjadi fondasi penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Kita apresiasi kedatangan teman-teman Bawaslu. Ke depan hubungan ini harus semakin erat demi mendukung pembangunan daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Sidoarjo, Agung Nugroho, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor.
“Di momen Lebaran dan bulan Syawal ini, kami bersilaturahmi ke beberapa pimpinan daerah di Sidoarjo. Selain itu, kami juga mendiskusikan berbagai persoalan serta peluang kolaborasi yang bisa dilakukan bersama,” jelasnya.
Ia juga menegaskan komitmen Bawaslu dalam menjaga kondusivitas daerah, terutama di tengah dinamika politik yang berkembang.

“Selain silaturahmi, kami juga menawarkan kontribusi yang bisa kami berikan untuk Sidoarjo yang lebih baik, termasuk menjaga stabilitas di tengah dinamika yang ada,” imbuhnya.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu strategis turut dibahas, mulai dari pembangunan daerah, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga penguatan program lintas sektor yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Kolaborasi antar lembaga dinilai menjadi kunci dalam menjawab tantangan pembangunan tahun 2026 yang membutuhkan inovasi serta sinergi kuat antar pemangku kepentingan.
Diharapkan, hasil dari silaturahmi dan diskusi tersebut dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret guna mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sidoarjo.(*).





