SIDOARJO | JWI – Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, S.AP, menerima audiensi jajaran Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Sidoarjo periode 2024–2027 di ruang kerjanya, Kamis (25/6/2026). Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut dari surat permohonan audiensi Nomor 12/BPC.SDA/VI/2026 tertanggal 24 Juni 2026 yang diajukan HIPMI Sidoarjo dalam rangka memperkenalkan kepengurusan baru sekaligus membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk mendukung pertumbuhan dunia usaha dan perekonomian daerah.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum BPC HIPMI Sidoarjo, Muh. Zakaria Dimas Pratama, didampingi Sekretaris Umum Ridho Fildo Hutomo serta sejumlah pengurus dan anggota HIPMI memperkenalkan struktur kepengurusan yang saat ini berjumlah 173 anggota bersertifikat dari berbagai sektor usaha, mulai dari konstruksi, perdagangan, industri kreatif, digital kreator, kuliner, fesyen hingga jasa.

Zakaria menyampaikan bahwa audiensi ini menjadi momentum penting untuk mempererat komunikasi antara pengusaha muda dan pemerintah daerah. Selain memperkenalkan kepengurusan, HIPMI juga menyampaikan berbagai aspirasi terkait kondisi ekonomi, tantangan dunia usaha, serta peluang kolaborasi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami ingin membangun komunikasi yang lebih intens dengan pemerintah daerah agar berbagai aspirasi pelaku usaha dapat tersampaikan dengan baik dan bersama-sama mencari solusi untuk kemajuan ekonomi Sidoarjo,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, forum audiensi seperti ini menjadi sarana penting untuk mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi dunia usaha sekaligus menyusun langkah-langkah strategis yang dapat dijalankan bersama.
“Masukan seperti ini sangat berarti bagi kami. Nanti akan kita sinkronkan dengan OPD terkait agar program dan anggaran yang ada benar-benar bisa dimaksimalkan untuk kepentingan masyarakat,” kata Mimik.
Dalam dialog tersebut, Mimik juga menyoroti perlunya evaluasi terhadap sejumlah program ekonomi yang selama ini dinilai belum memberikan dampak signifikan kepada masyarakat. Ia mengaku telah mengamati persoalan tersebut sejak masih menjabat sebagai anggota DPRD.

“Saya sering melihat program yang anggarannya besar, tetapi dampaknya belum dirasakan langsung oleh masyarakat. Yang dibutuhkan warga adalah solusi nyata yang bisa meningkatkan kesejahteraan mereka,” tegasnya.
Mimik menjelaskan bahwa Kabupaten Sidoarjo memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Dengan pertumbuhan ekonomi yang berada di kisaran 5,8 persen, pemerintah daerah menargetkan peningkatan yang lebih tinggi melalui penguatan sektor industri pengolahan, UMKM, dan investasi.
Menurutnya, sektor industri pengolahan memiliki peluang besar untuk dikembangkan karena mampu memberikan nilai tambah terhadap berbagai produk dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga tengah mendorong penyusunan peta kawasan industri, kawasan pergudangan, dan kawasan pengolahan yang terintegrasi dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi jangka panjang.
Wabup Mimik juga menyoroti pentingnya pendampingan bagi UMKM. Selama ini, menurutnya, banyak program yang hanya sebatas pendataan tanpa diikuti langkah konkret untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan kapasitas usaha.
“UMKM jangan hanya didata. Yang lebih penting adalah bagaimana mereka mendapatkan akses pemasaran, akses permodalan, dan kesempatan berkembang,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Mimik mengungkapkan bahwa Sidoarjo memiliki sekitar 17 ribu perusahaan dari berbagai skala usaha yang tersebar di 18 kecamatan. Potensi tersebut dinilai harus mampu memberikan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja dan kesejahteraan masyarakat.
“Sidoarjo memiliki ribuan perusahaan. Yang harus kita pikirkan bersama adalah bagaimana keberadaan perusahaan-perusahaan itu benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, terutama dalam menciptakan lapangan kerja,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun ekonomi daerah. Dibutuhkan keterlibatan aktif dunia usaha, organisasi pengusaha, dan masyarakat agar pembangunan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Mimik juga mengajak para pengusaha muda untuk mengambil peran dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi kreatif, khususnya bagi generasi muda yang memiliki keterampilan di bidang digital dan teknologi.
“Kita memiliki banyak anak muda yang kreatif dan memiliki kemampuan digital yang luar biasa. Tinggal bagaimana kita membuka akses dan menjembatani potensi tersebut agar menjadi peluang ekonomi yang nyata,” tuturnya.
Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh dialog. Berbagai gagasan mengenai pengembangan UMKM, peningkatan investasi, penguatan ekonomi kreatif, serta penciptaan lapangan kerja menjadi fokus pembahasan. Pertemuan tersebut diakhiri dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan HIPMI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)
Reporter: Sugi.





