Wabup Sidoarjo Mimik Idayana Paparkan Strategi Antikorupsi kepada Mahasiswa Peneliti

SIDOARJO | JWI – Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, S.AP menerima audiensi sekaligus wawancara penelitian dari mahasiswa terkait strategi dan implementasi program antikorupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang kerja Wakil Bupati Sidoarjo, Kamis (25/6/2026).

Wawancara dilakukan oleh mahasiswa bernama Alivia Wahyu yang tengah melakukan penelitian mengenai strategi kepemimpinan perempuan dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Dalam kesempatan itu, Mimik Idayana menjelaskan berbagai langkah yang telah dilakukan bersama Bupati Sidoarjo Subandi untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Read More

Menurut Mimik, keputusan dirinya maju dalam kontestasi Pilkada dan mendampingi Bupati Subandi dilandasi keinginan untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Sidoarjo. Sebagai seorang perempuan, ia meyakini bahwa kepemimpinan harus diwujudkan melalui kerja nyata dan kedekatan dengan masyarakat.

“Saya ingin membuktikan bahwa seorang perempuan juga mampu mengemban amanah besar dalam pemerintahan. Kepercayaan masyarakat harus dibangun melalui kerja nyata, mendengarkan aspirasi warga, dan memberikan solusi atas persoalan yang mereka hadapi,” ujarnya.

Mimik menegaskan bahwa salah satu komitmen utama pemerintahan saat ini adalah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi. Namun, menurutnya, upaya tersebut membutuhkan proses dan konsistensi karena harus dimulai dari pembenahan sistem yang sudah berjalan selama bertahun-tahun.

“Membangun pemerintahan yang bersih tidak bisa dilakukan secara instan. Semua membutuhkan proses. Yang terpenting adalah keberanian untuk memperbaiki sistem secara bertahap hingga ke akar permasalahan,” katanya.

Selain fokus pada upaya pencegahan korupsi, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga terus mendorong pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, serta program-program kesejahteraan masyarakat. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta bekerja secara sinergis guna mewujudkan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

Dalam wawancara tersebut, Mimik Idayana juga menyampaikan bahwa selama hampir dua tahun masa kepemimpinan bersama Bupati Subandi, berbagai program yang menjadi janji kampanye telah mulai direalisasikan dan mendapatkan respons positif dari masyarakat.

“Awalnya memang tidak mudah membangun kembali kepercayaan masyarakat. Namun melalui kerja nyata dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, perlahan kepercayaan itu mulai tumbuh kembali,” ungkapnya.

Sementara itu, Alivia Wahyu mengaku mendapatkan banyak informasi dan perspektif baru dari hasil wawancara tersebut. Menurutnya, sosok Mimik Idayana menjadi contoh menarik dalam penelitian yang mengkaji peran perempuan dalam kepemimpinan daerah dan penguatan nilai-nilai antikorupsi.

“Momen ini sangat berkesan bagi saya. Saya mendapatkan kesempatan berdialog langsung dengan seorang pemimpin perempuan yang memiliki komitmen kuat terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih. Harapannya, hasil penelitian ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya budaya antikorupsi dalam penyelenggaraan pemerintahan,” tuturnya.

Melalui audiensi dan wawancara tersebut, diharapkan hasil penelitian yang dilakukan dapat menjadi referensi akademis sekaligus memberikan kontribusi dalam penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik di Kabupaten Sidoarjo.(*).

Reporter : Sugi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *