MALANG | JWI – Kabupaten Malang mencatatkan prestasi membanggakan dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tahun 2026. Jumlah peserta jenjang SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah (MA) yang berhasil lolos ke Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi (OSN-P) Jawa Timur meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Pelaksanaan OSN-P Tahun 2026 berlangsung pada 27–29 Juli 2026 dan dipusatkan di SMKN 1 Singosari, Kabupaten Malang.
Pada OSN Tahun 2025, Kabupaten Malang mengirimkan 38 peserta ke tingkat provinsi. Tahun ini, jumlah tersebut melonjak menjadi 77 peserta atau meningkat lebih dari 100 persen. Pencapaian tersebut menjadi indikator keberhasilan pembinaan talenta akademik yang dilakukan secara terstruktur, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Keberhasilan itu tidak lepas dari berbagai strategi yang diinisiasi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Malang, Dwi Anggraeni. Sejak tahapan awal seleksi, koordinasi dilakukan secara intensif bersama operator OSN di setiap sekolah, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Negeri, SMA Swasta, SMK Negeri, SMK Swasta, hingga Madrasah Aliyah (MA). Sinergi tersebut membuat proses pembinaan berjalan lebih terintegrasi dan efektif.
Salah satu terobosan yang dinilai menjadi faktor utama peningkatan prestasi adalah penyelenggaraan Training Center (TC) Terpadu bagi seluruh peserta yang lolos ke tingkat provinsi. Program ini dirancang untuk memberikan pembinaan akademik secara merata tanpa membedakan asal satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta.
Pelaksanaan TC mendapat dukungan penuh dari para kepala SMA, SMK, dan MA di Kabupaten Malang. Kolaborasi lintas sekolah tersebut menjadi bukti bahwa peningkatan mutu pendidikan dapat dicapai melalui sinergi, berbagi sumber daya, serta komitmen bersama dalam mencetak peserta didik berprestasi.

Selama mengikuti pembinaan, para peserta memperoleh pendampingan dari tenaga ahli yang terdiri atas dosen berbagai perguruan tinggi, praktisi pendidikan, guru pembina berprestasi, hingga alumni dan peraih medali Olimpiade Sains Nasional. Mereka memberikan penguatan materi, strategi penyelesaian soal, pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS), serta pembinaan mental untuk menghadapi kompetisi.
Training Center dilaksanakan di empat lokasi yang disesuaikan dengan bidang olimpiade masing-masing sehingga proses pembinaan berlangsung lebih efektif dan intensif. Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan, ditandai dengan semangat belajar, kedisiplinan, serta komitmen untuk terus meningkatkan kemampuan akademik.
Tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi akademik, program tersebut juga diarahkan untuk membentuk karakter peserta didik agar memiliki daya juang, rasa percaya diri, kemampuan berkolaborasi, serta mental juara dalam menghadapi persaingan di tingkat provinsi hingga nasional.
Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Malang berharap sinergi antara pemerintah, MKKS, kepala sekolah, guru pembina, perguruan tinggi, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat. Dengan pembinaan yang berkesinambungan, Kabupaten Malang optimistis mampu meloloskan lebih banyak peserta ke Olimpiade Sains Nasional Tingkat Nasional (OSN) Tahun 2026 sekaligus mengharumkan nama Jawa Timur di tingkat nasional maupun internasional.
Peningkatan jumlah peserta yang lolos ke tingkat provinsi menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi unggul yang berdaya saing. Capaian tersebut sekaligus menegaskan bahwa kolaborasi, inovasi pembinaan, serta komitmen seluruh ekosistem pendidikan merupakan kunci dalam melahirkan talenta-talenta muda yang siap bersaing di tingkat nasional hingga global. (*).
Reporter: A. Fandi.





