Herbaroso Gelar Edukasi dan Bakti Sosial Kesehatan di Trawas, Kenalkan Manfaat Teh Kumis Kucing dan Budidaya Herbal

MOJOKERTO | JWI – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat berbasis pemanfaatan tanaman herbal terus dilakukan. Herbaroso menggelar edukasi dan bakti sosial kesehatan sekaligus memperkenalkan Teh Kumis Kucing kepada masyarakat di Aula Villa Graha Umsida, Kemloko, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Minggu (2/8/2026).

Kegiatan yang diprakarsai Herwanto, Bambang Sutejo, dan Imam Suroso itu diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah. Mereka memperoleh penyuluhan mengenai penerapan gaya hidup sehat serta pengenalan tanaman kumis kucing (Orthosiphon aristatus) sebagai salah satu tanaman obat yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk herbal.

Read More

Herwanto mengatakan, Herbaroso lahir dari kepedulian terhadap melimpahnya tanaman obat di Indonesia yang dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal. Melalui kegiatan edukasi tersebut, pihaknya ingin meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak dini dengan menerapkan pola hidup sehat, termasuk memanfaatkan tanaman herbal secara bijak.

“Tujuan kami bukan sekadar memperkenalkan produk, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih mengenal potensi tanaman herbal sebagai bagian dari gaya hidup sehat,” ujar Herwanto.

Sementara itu, Bambang Sutejo menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus diskusi bersama masyarakat terkait pemanfaatan tanaman herbal dalam kehidupan sehari-hari.

Peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Selain memperoleh materi edukasi kesehatan, mereka juga berkesempatan mencicipi seduhan Teh Kumis Kucing Herbaroso serta berdialog langsung dengan para penggagas mengenai proses budidaya, pengolahan hingga penyajian produk herbal tersebut.

Imam Suroso menegaskan, Herbaroso dikembangkan dengan mengutamakan bahan baku alami yang diproses secara higienis sehingga mutu produk tetap terjaga.

“Kami berharap masyarakat semakin mengenal kekayaan tanaman herbal Indonesia dan memanfaatkannya sebagai pendukung pola hidup sehat,” katanya.

Pada kesempatan itu, Imam juga memberikan pelatihan singkat mengenai teknik budidaya kumis kucing yang dinilai memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, proses penanaman relatif mudah. Bibit terlebih dahulu disiapkan hingga berakar, kemudian lahan diolah dengan pemberian pupuk kandang atau srintil (kotoran kambing) sebagai pupuk dasar. Tanaman dianjurkan menggunakan jarak tanam sekitar 40 x 40 sentimeter agar pertumbuhannya optimal.

“Tanaman kumis kucing cukup menguntungkan karena sekali tanam dapat dipanen selama dua hingga tiga tahun. Masa panennya bisa dilakukan setiap bulan, sementara biaya perawatannya relatif rendah sehingga berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat,” jelas Imam.

Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong yang belum produktif untuk ditanami kumis kucing sehingga dapat memberikan nilai ekonomi sekaligus mendukung pelestarian tanaman obat tradisional.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah peserta turut membagikan pengalaman pribadi setelah mengonsumsi Teh Kumis Kucing Herbaroso. Salah satunya Warsito (57), warga Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, yang mengaku merasakan perubahan kondisi tubuh setelah rutin mengonsumsi minuman herbal tersebut. Ia menyampaikan sebelumnya memiliki keluhan pembengkakan jantung dan tekanan darah tinggi.

“Alhamdulillah, setelah rutin minum Teh Kumis Kucing Herbaroso, badan terasa lebih nyaman dan bugar,” tuturnya.

Pengakuan tersebut merupakan pengalaman pribadi peserta dan tidak menggantikan diagnosis maupun pengobatan medis. Masyarakat tetap dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk penanganan penyakit.

Selain menjadi sarana edukasi kesehatan, kegiatan itu juga mempererat silaturahmi antara pelaku usaha herbal dan masyarakat. Para peserta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk memperluas wawasan mengenai pemanfaatan tanaman obat tradisional sekaligus mendorong lahirnya usaha budidaya herbal berbasis masyarakat.

Mengusung tema “Sehat Itu Pilihan, Herbal Alami Solusinya”, Herbaroso berharap dapat terus berkontribusi dalam memperkenalkan kekayaan herbal Indonesia, meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, serta mendorong pemanfaatan lahan tidur menjadi kawasan budidaya tanaman obat yang bernilai ekonomi. (*).

Reporter : Sugi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *