Pemkab Merangin Gandeng PNM Perkuat UMKM dan Kembangkan Ekonomi Sirkular

BANGKO | JWI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta kelompok usaha ultra mikro.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pertemuan yang diinisiasi Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) Kabupaten Merangin, Andrie Fransusman, bersama jajaran pimpinan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Jambi dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Merangin, Syafrani, di ruang kerja Wakil Bupati Merangin, Kamis (30/7/2026).

Read More

Pertemuan yang dipimpin langsung Wakil Bupati Merangin, A. Khafidh, membahas peluang sinergi antara Pemkab Merangin dan PNM dalam pengembangan UMKM, pemberdayaan ekonomi masyarakat ultra mikro, serta pengelolaan lingkungan berbasis ekonomi sirkular.

Wakil Bupati A. Khafidh menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Menurutnya, program pembiayaan dan pendampingan yang dimiliki PNM sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah.

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Merangin mengucapkan terima kasih atas terjalinnya kolaborasi antara PNM dan Pemda. Muatannya tentu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat pada level bawah,” ujar A. Khafidh.

Dalam kesempatan itu, Pimpinan PNM Cabang Jambi, Erwin Syafriadi, menjelaskan bahwa PNM tidak hanya menyediakan pembiayaan usaha, baik dengan maupun tanpa agunan, tetapi juga memberikan pendampingan kepada para pelaku usaha mikro.

Menurutnya, pendampingan tersebut meliputi pelatihan kewirausahaan, pemasaran digital, peningkatan kualitas produk, hingga fasilitasi perizinan usaha dan pengemasan produk agar mampu bersaing di pasar.

Kolaborasi tersebut dinilai semakin strategis karena didukung berbagai fasilitas yang telah dimiliki Pemkab Merangin, seperti Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), rumah produksi olahan jahe, rumah produksi kopi, serta rumah kemasan. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan kualitas produksi UMKM secara berkelanjutan.

Selain sektor UMKM, pembahasan juga mencakup pengembangan ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah. Kepala DLH Merangin, Syafrani, mengusulkan agar PNM turut memberikan dukungan pembiayaan maupun bantuan peralatan bagi pengelola bank sampah di tingkat kecamatan.

“Di tingkat kecamatan kita memiliki bank-bank sampah. Sumber bahan bakunya berasal dari para pemulung sehingga mereka memperoleh penghasilan, begitu juga pengelola bank sampah. Kami berharap ada intervensi pembiayaan maupun bantuan peralatan agar sampah yang diolah memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” jelas Syafrani.

Menanggapi usulan tersebut, pihak PNM menyatakan siap mendukung pengembangan ekonomi sirkular di Merangin dengan mereplikasi program yang telah berhasil diterapkan di sejumlah daerah. Melalui program tersebut, sampah rumah tangga yang dikumpulkan masyarakat dapat dikonversi menjadi tabungan maupun pembayaran angsuran pembiayaan.

Sementara itu, Kepala DKUKMPP Merangin, Andrie Fransusman, berharap kolaborasi antara Pemkab Merangin dan PNM dapat menjadi momentum kebangkitan UMKM di daerah.

“Ada banyak program yang berpihak kepada UMKM. Kami berharap melalui kolaborasi ini, UMKM di Kabupaten Merangin semakin tumbuh, berkembang, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Afadal

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *