Wabup Mimik Idayana dan Bawaslu Sidoarjo Tanam Pohon Manggis, Tegaskan Pesan Integritas

SIDOARJO | JWI – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.AP., bersama Ketua Bawaslu Kabupaten Sidoarjo Agung Nugraha menanam pohon manggis di halaman Kantor Bawaslu Kabupaten Sidoarjo, Jalan Pahlawan, Gang 1 No.05 Kecamatan Sidoarjo, Jumat (9/10/2026).

Kegiatan bertajuk Penanaman Pohon Integritas Bawaslu yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut menjadi bagian dari komitmen penghijauan Kabupaten Sidoarjo sekaligus simbol penguatan nilai kejujuran dan integritas dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

Kegiatan itu turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo H. Abdillah Nasikh, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo Sabino Mariono, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo Arif Mulyono.

Wakil Bupati Mimik Idayana mengapresiasi inisiatif Bawaslu yang berkolaborasi dengan PKBM dalam mendukung penghijauan. Menurutnya, penanaman pohon merupakan investasi lingkungan yang manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang.

Mimik menegaskan, upaya mewujudkan Sidoarjo yang hijau, bersih, dan nyaman membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, lembaga negara, hingga masyarakat.

“Pohon manggis ini memiliki filosofi tersendiri. Apa yang terlihat dari luar harus sesuai dengan apa yang ada di dalam. Ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya kejujuran dan integritas,” ujar Mimik.

Soroti Taman Kota dan Normalisasi Sungai

Selain mengapresiasi gerakan penghijauan, Mimik menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi taman kota yang dinilai memerlukan pembenahan. Ia berharap penataan dan pemeliharaan ruang terbuka hijau mendapat perhatian lebih serius agar fasilitas publik terlihat bersih, indah, dan nyaman bagi masyarakat.

Ia mengatakan koordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan perangkat daerah yang menangani lingkungan hidup, perlu terus dilakukan agar persoalan lingkungan dapat segera ditindaklanjuti.

“ Kabupaten Sidoarjo harus terus berbenah, terutama dalam menjaga lingkungan perkotaan dan mengantisipasi banjir. Mari bersama-sama, pemerintah dan masyarakat, menjaga lingkungan agar tetap bersih, asri, dan nyaman,” tegasnya.

Mimik juga menyoroti kondisi sejumlah sungai yang membutuhkan penanganan, terutama normalisasi menjelang musim hujan. Menurutnya, sungai yang mengalami pendangkalan atau memerlukan perbaikan harus menjadi perhatian untuk menjaga kelancaran aliran air dan mengurangi risiko banjir.

Ia menyebutkan, berdasarkan keterangannya, Dinas PU melaksanakan kegiatan normalisasi sungai di empat titik setiap hari di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Penanganan tersebut diharapkan dapat menjangkau kebutuhan di berbagai wilayah, termasuk 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo.

Bawaslu Tanam Pohon sebagai Simbol Integritas

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Sidoarjo Agung Nugraha menjelaskan bahwa penanaman pohon manggis merupakan bagian dari komitmen bersama Bawaslu dan PKBM untuk menghijaukan Sidoarjo sekaligus menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan.

“Komitmen kami bersama PKBM adalah bagaimana menghijaukan Sidoarjo. Istilahnya, bagaimana kita menyedekahkan kesempatan hari ini, minimal untuk membangun oksigen bagi anak cucu kita ke depan. Karena itu, kami melakukan penanaman pohon bersama PKBM,” kata Agung.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk tanggung jawab Bawaslu setelah sebelumnya melakukan penebangan satu pohon di depan kantor. Penanaman pohon pengganti dilakukan sebagai bagian dari kepatuhan terhadap ketentuan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Menurut Agung, aturan mengenai lingkungan harus berlaku bagi semua pihak tanpa pengecualian, termasuk lembaga negara.

“Kami juga harus mematuhi aturan yang ada di Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Aturan itu berlaku untuk semuanya, tidak ada yang dispesialkan, termasuk lembaga negara. Ketika kemarin kami memotong satu pohon di depan kantor, ada konsekuensi untuk menggantinya dengan menanam pohon,” jelasnya.

Agung berharap langkah tersebut menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus disertai tanggung jawab dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.

Filosofi Manggis, Pengingat Kejujuran dan Antikorupsi

Pemilihan pohon manggis dalam kegiatan tersebut memiliki makna khusus bagi Bawaslu. Selain menambah penghijauan di lingkungan kantor, tanaman itu diharapkan menjadi pengingat bagi pimpinan dan seluruh jajaran sekretariat untuk menjaga integritas dalam menjalankan tugas.

Agung mengungkapkan, penanaman manggis juga dimaksudkan sebagai penanda yang mengingatkan jajaran Bawaslu setiap kali memasuki maupun meninggalkan kantor.

“Penanaman pohon ini juga menjadi pengingat bagi kami, baik pimpinan maupun seluruh jajaran sekretariat, agar senantiasa menjaga integritas. Apa yang diucapkan harus sesuai dengan apa yang dilakukan,” ungkapnya.

Filosofi tersebut berkaitan dengan ciri buah manggis yang memiliki tanda menyerupai kelopak di bagian bawahnya. Jumlah tanda itu secara umum berkaitan dengan jumlah segmen daging buah di bagian dalam.

Bagi Bawaslu, filosofi manggis dimaknai sebagai simbol keselarasan antara perkataan dan perbuatan. Nilai kejujuran tidak cukup disampaikan melalui slogan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap, keputusan, dan tindakan nyata.

Agung menegaskan, nilai tersebut sejalan dengan komitmen membangun lingkungan kerja yang berintegritas, transparan, serta menolak praktik korupsi dan kolusi.

Kolaborasi untuk Lingkungan dan Tata Kelola Berintegritas

Penanaman Pohon Integritas Bawaslu menjadi momentum untuk mempertemukan kepedulian lingkungan dengan penguatan integritas kelembagaan. Kolaborasi pemerintah daerah, DPRD, Bawaslu, perangkat daerah, dan PKBM diharapkan dapat mendorong gerakan penghijauan yang berkelanjutan.

Di tengah kebutuhan pembenahan taman kota dan penanganan sungai menjelang musim hujan, kepedulian lingkungan perlu diikuti langkah konkret, koordinasi lintas instansi, serta partisipasi masyarakat.

Melalui penanaman pohon manggis tersebut, pesan yang disampaikan tidak hanya tentang pentingnya menjaga kelestarian alam, tetapi juga tentang tanggung jawab, kepatuhan terhadap aturan, dan konsistensi antara perkataan dengan perbuatan.

Dengan demikian, upaya mewujudkan Sidoarjo yang lebih hijau dan nyaman diharapkan berjalan beriringan dengan penguatan budaya kejujuran dan integritas dalam pelayanan publik. (*).

Reporter : Sugi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *