SIDOARJO | JWI – Semangat pemberdayaan masyarakat melalui sektor tanaman herbal mulai tumbuh di lingkungan Perumahan Citra Fajar Golf (CIFAGO), Kelurahan Gebang, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo. Sejumlah perwakilan pengurus lingkungan bersama penggerak UMKM RW 07 melakukan kunjungan edukasi ke lahan budidaya kumis kucing, Dusun Girang Desa Wonokupang Kecamatan Balongbendo, Sabtu (31/10/2026).
Kunjungan tersebut menjadi langkah awal penjajakan kemitraan dengan Herbaroso dalam mengembangkan budidaya tanaman kumis kucing di lingkungan perumahan. Selain menggali pengetahuan tentang tanaman herbal, rombongan juga ingin melihat secara langsung peluang pengembangan tanaman produktif yang berpotensi memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Rombongan terdiri atas Ketua RW 07, Rina; Ketua RT 06, Monic; perwakilan RT 02, Arini; serta Ummu Haidar selaku Seksi UMKM RW 07 Perumahan Citra Fajar Golf.
Kehadiran mereka disambut langsung oleh owner Herbaroso, Herwanto, bersama Bambang Sutejo dan Imam Suroso.
Dalam kesempatan tersebut, Herwanto memberikan penjelasan secara langsung mengenai tahapan budidaya kumis kucing, mulai dari proses pembibitan, teknik penanaman, perawatan tanaman, hingga pengolahan hasil panen menjadi produk teh herbal. Rombongan juga mendapatkan gambaran mengenai proses pemasaran produk sebagai bagian dari pengembangan usaha berbasis tanaman herbal.
Tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, para peserta juga diajak melihat langsung kondisi lahan budidaya. Dengan demikian, mereka dapat memahami proses pengembangan kumis kucing secara lebih konkret, mulai dari tanaman yang masih dalam tahap pertumbuhan hingga proses pengolahan produk herbal.
Ketua RW 07, Rina, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru dari kunjungan tersebut. Ia berharap ilmu dan arahan yang telah diperoleh dapat diterapkan di lingkungan perumahan.
“Alhamdulillah, banyak ilmu yang didapat. Harapannya, semoga kami bisa menjalankannya sesuai dengan arahan yang sudah diberikan,” ungkap Rina.
Antusiasme serupa disampaikan Ketua RT 06, Monic. Menurutnya, kunjungan tersebut memberikan wawasan baru mengenai tanaman kumis kucing, termasuk potensi pemanfaatannya.
“Saya baru mengetahui lebih jauh tentang manfaat tanaman kumis kucing. Harapannya, ke depan semakin banyak tanaman kumis kucing yang tumbuh di lingkungan CIFAGO,” tuturnya.
Sementara itu, perwakilan RT 02, Arini, menyatakan dukungannya terhadap rencana pengembangan budidaya tersebut. Ia berencana mengomunikasikan gagasan itu bersama jajaran pengurus lingkungan agar dapat ditindaklanjuti secara bersama-sama.
“Semangat untuk membudidayakan kumis kucing. Nanti akan kami koordinasikan dengan para pengurus. Harapannya, tanaman kumis kucing bisa hadir di seluruh lingkungan, sehingga setiap ruang yang memungkinkan dapat dimanfaatkan untuk menanam,” ujarnya.

UMKM Berbasis Tanaman Herbal, Hobi Menjadi Peluang Ekonomi
Sementara itu, Ummu Haidar selaku Seksi UMKM RW 07 melihat budidaya kumis kucing bukan sekadar kegiatan penghijauan, melainkan juga peluang untuk mengembangkan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan tanaman produktif.
Menurutnya, kegemaran masyarakat dalam merawat tanaman dapat diarahkan menjadi aktivitas yang memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.
“Melalui hobi dan kesenangan terhadap tanaman, ternyata bisa menjadi peluang untuk menghasilkan cuan. Setelah mendapatkan penjelasan langsung dari owner Herbaroso, kami semakin memahami bahwa proses penanaman hingga perawatannya relatif mudah untuk dipelajari,” jelas Ummu Haidar.
Ia juga mengungkapkan adanya wacana untuk menjadikan lingkungan RT sebagai taman budidaya kumis kucing. Gagasan tersebut diharapkan dapat menjadi gerakan bersama yang melibatkan warga, sekaligus membuka peluang pengembangan produk herbal sebagai bagian dari aktivitas UMKM lingkungan.
“Harapannya, kumis kucing bisa menjadi ikon CIFAGO. Tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga menjadi tanaman produktif yang memiliki nilai manfaat dan peluang ekonomi bagi warga,” tambahnya.

Menuju Lingkungan Produktif dan Kampung Herbal
Penjajakan kemitraan antara warga Perumahan Citra Fajar Golf dan Herbaroso ini membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan budidaya tanaman herbal berbasis masyarakat.
Apabila dapat direalisasikan secara bertahap, gerakan tersebut berpotensi mengintegrasikan kegiatan penghijauan, edukasi tanaman herbal, pemberdayaan UMKM, hingga pengembangan produk olahan bernilai ekonomi.
Lebih dari sekadar menanam, gagasan ini membawa semangat membangun lingkungan perumahan yang produktif, kreatif, dan memiliki identitas tersendiri.
Cita-cita menjadikan kumis kucing sebagai ikon Perumahan Citra Fajar Golf pun menjadi harapan bersama. Dari halaman rumah dan lingkungan RT, masyarakat ingin membangun gerakan sederhana yang berpotensi berkembang menjadi kawasan budidaya herbal sekaligus sumber peluang ekonomi baru bagi warga.
Dari hobi menanam, tumbuh peluang usaha. Dari lingkungan hijau, lahir harapan menuju kemandirian ekonomi masyarakat.(*)
Reporter : Sugi.





