SIDOARJO | JWI – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimanfaatkan Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, S.AP., bersama suami H. Rahmat Muhajirin, S.H., M.H., untuk berbagi kepada masyarakat melalui penyembelihan hewan kurban, Rabu (27/5/2026).
Sebanyak tujuh ekor sapi jenis limosin dan belgian disembelih di kediaman Wakil Bupati Sidoarjo. Hewan kurban tersebut didatangkan dari wilayah Mojokerto dan Probolinggo dengan bobot bervariasi, mulai 800 kilogram hingga lebih dari satu ton.

Tiga ekor sapi memiliki berat di atas satu ton, sedangkan empat lainnya berkisar antara 800 hingga 900 kilogram. Daging kurban kemudian didistribusikan kepada warga di Desa Sugihwaras, Candi, Kedungkendo, dan Gelam, Kecamatan Candi, melalui sekitar 4.000 kupon pembagian.
Selain masyarakat umum, daging kurban juga dibagikan kepada puluhan pengemudi ojek online yang disebut sebagai “pejuang keluarga”.

Untuk memastikan kualitas hewan kurban, Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum dan sesudah penyembelihan.
Petugas Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo, drh. Arif Widodo, mengatakan seluruh sapi dalam kondisi sehat dan aman dikonsumsi.

“Pada hari ini kami dari Dinas Pertanian sudah melakukan pemeriksaan di rumah Ibu Wakil Bupati. Sapi-sapinya dalam keadaan baik dan sehat. Setelah disembelih, daging dan jeroannya juga kami cek satu per satu, hasilnya baik dan layak dikonsumsi,” ujar Arif.

Dalam pembagian daging kurban, Wakil Bupati Sidoarjo memilih menggunakan besek atau wadah anyaman bambu sebagai pengganti kantong plastik. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pelaku UMKM lokal sekaligus mengurangi sampah plastik.

“Saya memilih besek karena ingin membudayakan UMKM yang ada, sekaligus mengurangi sampah plastik agar lebih ramah lingkungan. Selain itu, kualitas daging juga lebih terjaga karena diberi alas daun jati,” kata Hj. Mimik Idayana.

Sementara itu, H. Rahmat Muhajirin menegaskan bahwa Idul Adha menjadi momentum untuk meneladani keikhlasan dan ketakwaan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, serta memperkuat kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar.

“Artinya kita meneladani apa yang dilakukan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, yaitu keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Kita juga harus belajar berbagi kepada masyarakat sekitar. Rezeki yang kita miliki sebagian adalah hak mereka yang membutuhkan,” tuturnya.

Hj. Mimik Idayana menambahkan, kegiatan kurban tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus upaya mempererat hubungan dengan masyarakat.
“Hari ini kami menyembelih tujuh ekor sapi kurban dengan bobot bervariasi. Ada tiga sapi yang beratnya sekitar satu ton lebih, sedangkan lainnya sekitar 800 sampai 900 kilogram,” pungkasnya. (*).





