SIDOARJO | JWI – H. Rizza Ali Faizin, M.Pd.I resmi dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sidoarjo periode 2026–2031. Penetapan tersebut menjadi tonggak baru perjalanan PKB di Kota Delta sekaligus menandai proses regenerasi kepemimpinan partai dalam menghadapi tantangan politik dan pembangunan daerah lima tahun ke depan.
Keputusan itu diumumkan setelah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB menyelesaikan seluruh tahapan seleksi yang berlangsung secara ketat, transparan, dan berjenjang. Sejumlah kader terbaik mengikuti proses penjaringan yang meliputi fit and proper test, pendalaman visi dan misi, tes psikologi, wawancara, hingga penelusuran rekam jejak kepemimpinan serta kapasitas organisasi.
Dari rangkaian proses tersebut, Rizza Ali Faizin berhasil memperoleh kepercayaan penuh dari DPP PKB untuk memimpin partai berlambang bola dunia di Kabupaten Sidoarjo.
Terpilihnya sosok yang akrab disapa Kaji Reza itu disambut positif oleh kader dan simpatisan PKB. Banyak pihak menilai penunjukan Rizza bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan langkah strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta menjaga dominasi politik PKB di Kabupaten Sidoarjo.
Rizza sendiri bukan figur baru di lingkungan PKB maupun kalangan Nahdliyin. Selain menjabat sebagai Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo dari Fraksi PKB, ia juga dikenal aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan dan keagamaan. Jejak pengabdiannya dimulai dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Gerakan Pemuda (GP) Ansor, hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Kasatkorwil Banser Jawa Timur.
Pengalaman panjang di dunia organisasi, sosial kemasyarakatan, dan politik menjadi modal penting bagi Rizza untuk memperkuat soliditas internal partai sekaligus memperluas komunikasi politik dengan berbagai elemen masyarakat.
Dukungan juga datang dari keluarga besar Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo. Sebagai Pembina PC GP Ansor Sidoarjo, Rizza dinilai memiliki kedekatan yang kuat dengan kalangan pemuda, tokoh agama, dan masyarakat akar rumput yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama PKB.
Dalam kepemimpinannya mendatang, Rizza diharapkan mampu mengonsolidasikan seluruh struktur partai mulai tingkat cabang, anak cabang, ranting hingga anak ranting. Selain itu, ia juga dituntut menjaga kekompakan kader, meningkatkan kualitas pelayanan politik kepada masyarakat, serta mempersiapkan mesin partai menghadapi berbagai agenda strategis, termasuk Pemilu 2029.
Pengamat politik menilai tantangan yang dihadapi kepengurusan baru tidak ringan. Selain mempertahankan capaian politik yang telah diraih PKB selama ini, kepemimpinan baru juga dituntut mampu menjawab dinamika sosial, ekonomi, dan pembangunan daerah yang terus berkembang.
Namun demikian, dengan kombinasi pengalaman organisasi, kedekatan dengan basis Nahdliyin, serta kiprahnya di legislatif, Rizza diyakini memiliki kapasitas untuk membawa PKB Sidoarjo tetap menjadi kekuatan politik yang dekat dengan rakyat.
Usai menerima amanah tersebut, Rizza menegaskan bahwa jabatan yang diembannya bukanlah kemenangan pribadi, melainkan tanggung jawab bersama seluruh kader PKB.
“Ini bukan kemenangan pribadi, melainkan amanah besar untuk seluruh kader PKB Sidoarjo. Tugas kita adalah menjaga soliditas, memperkuat pelayanan kepada masyarakat, serta memastikan PKB semakin hadir dan bermanfaat bagi umat,” ujar Rizza.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk membangun komunikasi yang lebih luas dengan seluruh elemen masyarakat, memperkuat kaderisasi, serta menjadikan PKB sebagai rumah besar perjuangan yang mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan rakyat.
Dengan terpilihnya H. Rizza Ali Faizin sebagai Ketua DPC PKB Sidoarjo periode 2026–2031, harapan baru pun mengemuka. PKB Sidoarjo diharapkan semakin solid, progresif, dan adaptif terhadap perubahan zaman, sekaligus mampu melahirkan kader-kader terbaik yang siap mengawal pembangunan daerah serta memperjuangkan kepentingan masyarakat secara berkelanjutan. (*).
Reporter : Sugi





