SIDOARJO | JWI – Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, S.AP melakukan kunjungan kerja ke Kampung Lali Gadget yang berada di RT 02/RW 03, Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Senin (4/5/2026) pukul 10.00 WIB.
Kunjungan tersebut bertujuan meninjau langsung pengembangan destinasi edukasi berbasis kearifan lokal yang mengangkat kembali permainan tradisional sebagai alternatif pembelajaran anak di tengah maraknya penggunaan gadget.

Dalam kegiatan tersebut, Wabup Mimik didampingi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Sidoarjo Yudhi Iriyanto, S.Sos., M.Si, perwakilan Dinas Pendidikan, jajaran Kecamatan Wonoayu yang dipimpin Camat H. Anwar, serta Kepala Desa Pagerngumbuk Abdul Malik beserta perangkat desa dan Satpol PP.
Wabup Mimik menilai Kampung Lali Gadget memiliki konsep edukatif yang kuat karena mampu menghadirkan ruang interaksi anak dengan alam sekaligus melestarikan permainan tradisional.

“Alhamdulillah hari ini kita berada di Kampung Lali Gadget Desa Pagerngumbuk. Suasana seperti ini harus kita lestarikan, apalagi di Sidoarjo yang minim ruang interaksi alam bagi anak-anak,” ujarnya.

Menurutnya, Kampung Lali Gadget saat ini menjadi satu-satunya konsep serupa di Kabupaten Sidoarjo. Oleh karena itu, ia mendorong agar program tersebut dapat dikembangkan dan direplikasi di seluruh kecamatan.

“Baru ada satu ini. Ke depan kami berharap bisa dikembangkan di 18 kecamatan, tentu dengan menyesuaikan kondisi wilayah, termasuk ketersediaan lahan dan lingkungan pendukung,” jelasnya.

Selain itu, Wabup juga menekankan pentingnya peningkatan sarana dan prasarana guna mendukung pengembangan Kampung Lali Gadget sebagai destinasi wisata edukasi keluarga.

“Perlu sentuhan dari pemerintah daerah, baik fasilitas maupun kolaborasi lintas sektor, agar tempat ini bisa berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, permainan tradisional yang dihadirkan memiliki nilai edukasi tinggi karena mendorong aktivitas fisik, interaksi sosial, serta kedekatan anak dengan lingkungan.

“Permainan tradisional ini sangat baik. Anak-anak bisa bergerak aktif, bersosialisasi, dan lebih dekat dengan alam. Ini yang mulai hilang di era digital,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, Dr. Netti Lastiningsih, M.Pd menyampaikan bahwa Kampung Lali Gadget dapat dimanfaatkan sebagai lokasi kegiatan Outdoor Learning (ODL) bagi siswa, khususnya jenjang PAUD dan sekolah dasar.

“Sudah ada surat edaran dari Kepala Dinas Pendidikan bahwa sarana edukasi seperti Kampung Lali Gadget bisa dimanfaatkan sebagai tujuan ODL,” jelasnya.
Namun demikian, pihaknya mengakui kapasitas lokasi saat ini masih terbatas untuk menampung kegiatan dalam skala besar.
“Harapannya ke depan fasilitas dapat dilengkapi, karena kegiatan ODL biasanya melibatkan ratusan siswa. Saat ini daya tampungnya masih terbatas,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa pembelajaran luar kelas tidak selalu harus dilakukan jauh dari sekolah, namun keberadaan lokasi edukatif seperti Kampung Lali Gadget menjadi alternatif penting dalam pembelajaran kontekstual.
Dengan keterbatasan destinasi wisata alam di Sidoarjo, Kampung Lali Gadget diharapkan mampu menjadi pionir wisata edukasi berbasis budaya lokal yang mendukung kebutuhan pembelajaran luar ruang bagi anak-anak sekaligus memperkuat karakter dan interaksi sosial mereka. (*).





