SIDOARJO | JWI – Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, menerima audiensi pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Sidoarjo, Kamis (19/2/2026) pukul 11.00 WIB, di Rumah Dinas Wakil Bupati Sidoarjo. Pertemuan tersebut membahas persiapan pelaksanaan rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 yang jatuh pada 19 Maret 2026.
Dalam audiensi itu, Wabup Hj. Mimik Idayana menegaskan bahwa dirinya mewakili Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan selalu memfasilitasi setiap kegiatan keagamaan di daerah.
“Pemerintah daerah akan selalu memfasilitasi seluruh kegiatan keagamaan di Sidoarjo, baik agama Islam, Hindu, Kristen, Buddha maupun Khonghucu. Kerukunan dan toleransi harus terus kita jaga bersama,” ujarnya.
Audiensi tersebut turut didampingi Perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) serta Perwakilan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sidoarjo.

Rangkaian Nyepi Dimulai dengan Melasti di Tlocor
Humas PHDI Kabupaten Sidoarjo, I Gusti Agung Cok, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kedekatan pemerintah daerah terhadap umat Hindu di Sidoarjo.
“Ini menjadi sinergi kami dengan Pemkab Sidoarjo, apalagi kedekatan kami dengan Ibu Wakil Bupati yang menerima kami umat Hindu yang ada di Sidoarjo,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rangkaian perayaan Nyepi akan dimulai pada 8 Maret 2026 dengan pelaksanaan Upacara Melasti di kawasan Wisata Bahari Tlocor.
Melasti merupakan ritual penyucian diri yang dilaksanakan di sumber air, termasuk laut. Laut dimaknai sebagai simbol kekuatan pembersih yang mampu menetralisir energi negatif.

“Kenapa di laut? Karena kita membuang bala, yaitu energi-energi negatif selama kita berkehidupan di Sidoarjo. Air laut memiliki kekuatan pembersih yang kuat,” jelasnya.
Upacara Melasti dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB, sementara kehadiran Wakil Bupati Sidoarjo direncanakan pukul 09.00 WIB.
Ketua PHDI Kabupaten Sidoarjo, Mangku Antok Rudianto (Antok Rudianto), menambahkan bahwa Melasti memiliki makna spiritual mendalam bagi umat Hindu.
“Dengan kegiatan Melasti ini, umat melakukan penyucian diri sehingga dosa menjadi nol dan menyatukan diri kembali dengan alam semesta,” ungkapnya.
Saat ini, jumlah umat Hindu di Kabupaten Sidoarjo yang tercatat di PHDI sekitar 520 kepala keluarga atau kurang lebih 2.400 jiwa.
Makna Nyepi dan Catur Brata Penyepian

I Gusti Agung Cok menjelaskan, Nyepi merupakan hari raya nasional yang dirayakan umat Hindu di seluruh Indonesia. Tujuan utamanya adalah memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk penyucian diri dan alam semesta.
Salah satu bagian penting dalam Nyepi adalah pelaksanaan Catur Brata Penyepian, yakni:
- Amati Geni: tidak menyalakan api atau lampu serta menahan diri dari sifat amarah.
- Amati Karya: tidak melakukan pekerjaan.
- Amati Lelungan: tidak bepergian.
- Amati Lelanguan: tidak bersenang-senang.
“Amati Geni bukan hanya tidak menyalakan api, tetapi juga tidak boleh berapi-api atau emosi. Kami umat Hindu di Sidoarjo juga menjaga itu, termasuk dalam bersinergi dengan Pemkab,” ujarnya.
Tawur Agung dan Penyesuaian di Bulan Ramadan
Setelah Melasti, rangkaian dilanjutkan dengan Upacara Tawur Agung pada 18 Maret 2026. Upacara ini merupakan ritual pembersihan Buana Alit (diri manusia) dan Buana Agung (alam semesta).
PHDI sempat mengusulkan pelaksanaan pecaruan di kawasan titik nol Sidoarjo, Jayanegara (Jayandaru). Namun karena bertepatan dengan bulan Ramadan, pelaksanaan difokuskan di pura masing-masing sebagai bentuk toleransi antarumat beragama.
“Kami menghormati umat yang sedang menjalankan ibadah puasa, sehingga tetap dilaksanakan di pura masing-masing,” jelasnya.
Upacara Tawur Agung akan dilaksanakan serentak pukul 10.00 WIB di sejumlah pura, antara lain di wilayah Juanda, Krembung, dan Sekelor (Seketi).
Terkait kirab ogoh-ogoh, PHDI menyatakan pernah melaksanakan kirab di Alun-Alun Sidoarjo sekitar 10 tahun lalu. Namun tahun ini, kegiatan pengerupukan tetap disesuaikan dengan kondisi dan situasi daerah.

Dharma Santi dan Peresmian Gedung PHDI
Sebagai penutup rangkaian, PHDI Kabupaten Sidoarjo akan menggelar Dharma Santi pada Minggu, 19 April 2026, pukul 09.00 WIB di Pura Krembung, Desa Balong Garut, Kecamatan Krembung.
Dharma Santi menjadi momentum refleksi dan syukuran pasca-Nyepi sekaligus mempererat tali persaudaraan antarumat Hindu. Pada kesempatan tersebut juga akan dilakukan peresmian Gedung PHDI Kabupaten Sidoarjo.
PHDI berharap seluruh rangkaian perayaan Nyepi Tahun Baru Caka 1948 dapat berjalan lancar serta semakin memperkuat nilai toleransi dan harmoni antarumat beragama di Kabupaten Sidoarjo.(SG).





