Bupati Merangin M. Syukur Buka Puasa Bersama Insan Pers, Tegaskan Media Pilar Demokrasi dan Mitra Kritis Pemerintah

BANGKO | JWI – Bupati Merangin H. M. Syukur menegaskan bahwa insan pers memiliki peran penting sebagai salah satu pilar demokrasi sekaligus mitra kritis pemerintah dalam mengawal jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri acara buka puasa bersama insan pers Kabupaten Merangin yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Merangin, Rabu (4/3/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Turut hadir dalam acara itu Kepala Dinas Kominfo Merangin Ahmad Khoirudin beserta jajaran, Plt Kepala DPMPTSP Agus Salim Idris, serta Kabag Umum Setda Merangin Ari Aniko.

Dalam sambutannya, Bupati M. Syukur menyampaikan bahwa pemerintah daerah membutuhkan peran media sebagai penyampai informasi sekaligus pengawas kebijakan publik.

Menurutnya, media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai berita, tetapi juga sebagai mitra yang memberikan kritik dan masukan konstruktif bagi pemerintah.

“Tanpa media, jalannya roda pemerintahan tidak akan seimbang. Kita sama-sama berjuang untuk pembangunan daerah, hanya saja dengan cara yang berbeda. Saya berjuang melalui birokrasi dan anggaran, sementara rekan-rekan melalui karya jurnalistik. Media adalah bagian dari pengawasan sekaligus dorongan bagi kami untuk memperbaiki kinerja,” ujar Bupati.

Baca Juga :  Kapolda Jambi Pimpin Langsung Pelepasan Wakapolda dalam Tradisi Penuh Makna

Meski demikian, Bupati juga mengingatkan pentingnya prinsip tabayyun atau klarifikasi sebelum suatu informasi dipublikasikan, sehingga pemberitaan tetap sesuai dengan kode etik jurnalistik dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Harapan saya, cek dulu kebenarannya apakah sesuai aturan atau tidak. Jangan langsung menghujat tanpa dasar. Jika informasi yang disampaikan akurat, masyarakat akan percaya dan semangat membacanya,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memaparkan kondisi fiskal Kabupaten Merangin yang saat ini menghadapi tantangan cukup besar akibat pemotongan anggaran.

Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2025 terjadi pemotongan anggaran hampir Rp150 miliar, sementara pada tahun 2026 mencapai sekitar Rp240 miliar.

Selain itu, beban belanja pegawai juga cukup tinggi. Saat ini jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Merangin mencapai sekitar 11.000 orang, dengan porsi belanja pegawai mencapai 60 persen, jauh di atas standar ideal yang berkisar 30 persen.

“Kondisi ini membuat ruang fiskal kita cukup sempit. Namun pemerintah daerah tetap berupaya kreatif agar pembangunan tetap berjalan,” jelasnya.

Baca Juga :  Perkuat Konservasi, Direksi dan Manajemen Perumda Tirta Kanjuruhan Sambangi Sumber Krabyakan Lawang

Selain persoalan anggaran, Bupati juga menyoroti masalah lingkungan, khususnya penanganan sampah, yang masih menjadi tantangan di Kabupaten Merangin.

Ia meminta dukungan media untuk ikut mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

Menurutnya, pemerintah daerah telah menambah armada truk pengangkut sampah serta tempat pembuangan sementara (TPS). Namun, kendala terbesar masih pada rendahnya kesadaran masyarakat.

“Pak Presiden sudah menyatakan perang terhadap sampah. Di Merangin kita sudah menambah armada truk dan TPS. Namun yang menjadi tantangan adalah kesadaran masyarakat. Bahkan masih ada oknum ASN yang membuang sampah dari mobil dinas. Kita harus memiliki budaya malu—malu buang sampah sembarangan dan malu datang terlambat ke kantor,” tegasnya.

Sebagai bentuk keterbukaan dan apresiasi terhadap insan pers, Bupati M. Syukur juga berencana memfasilitasi sekretariat bersama bagi para jurnalis di lingkungan Pemkab Merangin guna mempermudah koordinasi, komunikasi, dan diskusi terkait pembangunan daerah.

“Saya tidak pernah menutup diri. Silakan cari ruang di Kominfo untuk sekretariat bersama agar kita bisa sering berdiskusi.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Syukuri Capaian IKM 88,82 Kategori “Sangat Baik”

Terkadang ide teman-teman media justru lebih segar dibandingkan ide di OPD. Kami membutuhkan itu untuk perencanaan program yang lebih matang,” pungkasnya.(*).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *