Wabup Sidoarjo Apresiasi Keberanian Marfen, Siswa MI yang Kirim Surat ke Presiden

SIDOARJO | JWI – Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, S.AP., mengunjungi MI Darussalam Sugihwaras, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Senin (18/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sidoarjo, Camat Candi, serta Kepala MI Darussalam Sugihwaras.

Kunjungan dilakukan untuk bertemu langsung dengan Alkhalifi Muhammad Marfen, siswa kelas 5 yang viral setelah keberaniannya mengirim surat kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Wabup Mimik mengaku terharu atas keberanian Marfen yang menulis surat karena rasa kagum dan keinginannya untuk bertemu langsung dengan Presiden.

“Alhamdulillah hari ini saya berada di MI Darussalam Desa Sugihwaras dan bertemu langsung dengan Ananda Marfen. Anak ini sangat berani berkirim surat karena begitu mengidolakan Bapak Presiden dan ingin bertemu secara langsung,” ujar Mimik.

Berdasarkan keterangan keluarga, surat tersebut ditulis sekitar tiga bulan lalu menjelang kunjungan Presiden ke Nganjuk. Saat itu Marfen ingin hadir secara langsung, namun hujan deras membuat pamannya berangkat sendiri sambil membawa surat tersebut.

Surat kemudian diserahkan kepada petugas protokol di lokasi kegiatan Presiden. Keluarga awalnya tidak menyangka surat itu benar-benar sampai. Namun belakangan mereka mendapat kabar bahwa surat tersebut telah diterima dan dibaca langsung oleh Presiden.

“Marven menulis sendiri isi suratnya dengan penuh ketulusan. Saya hanya membantu memilih kosa kata yang baik karena surat itu ditujukan kepada Presiden,” ujar salah satu anggota keluarga Marfen.

Dalam kesempatan itu, Wabup Mimik juga menyinggung evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Ia mengusulkan agar siswa menyampaikan masukan melalui “surat cinta” apabila terdapat menu makanan yang kurang disukai.

Menurutnya, masukan langsung dari siswa penting agar menu makanan yang disediakan benar-benar sesuai dengan selera anak-anak dan tidak terbuang percuma.

“Kalau ada menu yang tidak disukai anak-anak, harus bikin surat cinta. Jadi nanti bisa dievaluasi dapurnya. Berapa persen yang suka dan tidak suka supaya ada perbaikan,” katanya.

Ia menegaskan, makanan yang tidak sesuai selera anak berpotensi mubazir karena tidak dikonsumsi. Karena itu, evaluasi berbasis masukan siswa dinilai penting agar Program MBG berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Di akhir kunjungannya, Mimik berharap Marfen suatu saat dapat bertemu langsung dengan Presiden Prabowo.

“InsyaAllah nanti saya sendiri yang akan mengantar. Mudah-mudahan ada undangan untuk Ananda Marfen karena anak ini memang sangat mengidolakan Bapak Presiden,” pungkasnya. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *