Wabup Sidoarjo Mimik Idayana Sidak Dispendikbud, Dorong BOSDA PAUD, Rehabilitasi 55 Sekolah dan Pembinaan Seni Budaya

SIDOARJO | JWI – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.AP., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo, Senin (27/7/2026). Dalam sidak tersebut, Mimik menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk memperkuat layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), mempercepat rehabilitasi sekolah, serta mengoptimalkan pembinaan seni dan budaya bagi generasi muda.

Sidak yang berlangsung di ruang rapat Dispendikbud itu dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dispendikbud beserta jajaran, di antaranya Kepala Bidang Pembinaan PAUD, Kepala Bidang Kebudayaan, dan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana. Dalam rapat koordinasi tersebut, Wabup Mimik mengevaluasi sejumlah program prioritas yang tengah dijalankan Dispendikbud.

Read More

Salah satu fokus pembahasan adalah penguatan layanan PAUD sebagai bagian dari implementasi program wajib belajar 13 tahun. Menurut Mimik, pendidikan karakter harus dimulai sejak usia dini sehingga kualitas layanan PAUD perlu terus ditingkatkan.

“PAUD merupakan fondasi pembentukan karakter dan akhlak anak. Kualitas layanan harus terus ditingkatkan agar mampu mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap memasuki jenjang pendidikan berikutnya,” tegas Mimik.

Dalam pemaparannya, Dispendikbud menjelaskan bahwa sebagian besar lembaga PAUD di Kabupaten Sidoarjo masih dikelola oleh pihak swasta. Selama ini operasionalnya bergantung pada Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) dari pemerintah pusat yang dinilai belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan.

Untuk memperkuat layanan tersebut, Dispendikbud telah menyiapkan kajian usulan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) bagi PAUD, khususnya lembaga swasta. Program itu direncanakan akan diusulkan pada tahun anggaran mendatang.

” Kajian BOSDA telah kami siapkan dan akan diusulkan pada tahun anggaran berikutnya untuk memperkuat operasional PAUD,” ujar perwakilan Dispendikbud.

Selain membahas penguatan PAUD, Wabup Mimik juga mengevaluasi program rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan yang didanai melalui APBD Kabupaten Sidoarjo Tahun Anggaran 2026.

Dispendikbud melaporkan sebanyak 55 sekolah menjadi sasaran rehabilitasi, terdiri atas 41 Sekolah Dasar (SD) dan 14 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dengan total anggaran sekitar Rp44 miliar.

Salah satu proyek terbesar adalah rehabilitasi SMP Negeri 3 Waru yang memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp8 miliar. Bangunan sekolah akan direnovasi secara menyeluruh dan dikembangkan menjadi gedung empat lantai guna meningkatkan kapasitas ruang belajar.

Selain program yang dibiayai APBD, Kabupaten Sidoarjo juga memperoleh bantuan revitalisasi sekitar 60 sekolah dari pemerintah pusat yang pelaksanaannya akan menyesuaikan jadwal yang telah ditetapkan.

Di bidang kebudayaan, Mimik memberikan perhatian khusus terhadap pembinaan seni dan budaya. Ia menilai komunitas maupun sanggar seni yang telah menerima dukungan anggaran pemerintah harus lebih aktif membuka akses bagi masyarakat dan menjaring talenta-talenta baru.

Menurutnya, masih banyak anak-anak berbakat di bidang tari, musik, teater, hingga seni tradisional yang belum memperoleh kesempatan mengikuti pembinaan karena minimnya sosialisasi.

“Anggaran yang telah dialokasikan pemerintah harus memberi manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat. Anak-anak yang memiliki bakat seni harus dirangkul, dibina, dan diberi ruang untuk berkembang,” ujarnya.

Wabup Mimik juga meminta Dispendikbud mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas kesenian yang dimiliki, termasuk seperangkat gamelan tradisional. Menurutnya, sarana tersebut tidak boleh hanya menjadi pajangan, tetapi harus digunakan sebagai media pembelajaran untuk mengenalkan sekaligus melestarikan budaya lokal kepada para pelajar.

Ia menilai pembelajaran gamelan, tari tradisional, musik, teater, dan berbagai cabang seni lainnya harus terus dikembangkan sebagai wadah menggali potensi anak-anak Sidoarjo sejak dini.

“Fasilitas yang sudah tersedia harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Anak-anak perlu dikenalkan dengan gamelan dan seni budaya daerah agar bakat mereka berkembang sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya bangsa,” pesannya.

Pada kesempatan yang sama, Wabup Mimik juga meninjau bus pembelajaran luar kelas milik Dispendikbud. Ia meminta agar fasilitas tersebut dimanfaatkan secara maksimal dan dapat digunakan secara gratis oleh siswa sebagai sarana belajar di luar ruang kelas sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia pendidikan di Kabupaten Sidoarjo.

Menutup arahannya, Mimik menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo siap mendukung seluruh program peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Namun, setiap usulan kegiatan harus disusun dengan perencanaan yang matang, dilengkapi proposal yang jelas, serta memiliki target dan indikator yang terukur agar penggunaan anggaran daerah benar-benar efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Sidak ke Dispendikbud ini menjadi bagian dari komitmen Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana untuk memastikan seluruh program pendidikan berjalan optimal, mulai dari penguatan PAUD, peningkatan kualitas sarana dan prasarana sekolah, hingga pembinaan seni dan budaya, demi mewujudkan generasi muda Sidoarjo yang unggul, berkarakter, kreatif, dan berprestasi. (*).

Reporter: Sugi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *