SURABAYA | JWI – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya menggelar Yudisium dan Pelepasan Mahasiswa Program Sarjana dan Magister Semester Ganjil 2025/2026 secara khidmat, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Unitomo, Prof. Dr. Siti Marwiyah, S.H., M.H., yang merupakan rektor perempuan pertama di kampus tersebut. Ia menjabat sejak 2021 dan kembali dilantik pada 2025. Selain dikenal sebagai akademisi, ia juga merupakan praktisi hukum.
Momentum yudisium kali ini menjadi istimewa dengan keikutsertaan Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, yang resmi dinyatakan lulus dan meraih gelar Sarjana Administrasi Publik (S.A.P).

Tempuh Pendidikan Lewat Program RPL
Hj. Mimik Idayana menempuh pendidikan melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yakni skema pendidikan tinggi yang memberikan pengakuan terhadap pengalaman kerja dan pembelajaran sebelumnya untuk dikonversi menjadi Satuan Kredit Semester (SKS).
Melalui program tersebut, masa studi dapat diselesaikan lebih singkat, sekitar dua tahun, tanpa mengurangi kualitas akademik.
Program RPL sendiri menjadi solusi bagi kalangan profesional, Aparatur Sipil Negara (ASN), maupun masyarakat umum untuk melanjutkan pendidikan tinggi secara fleksibel dan efisien.
Dorong Akses Pendidikan bagi Profesional
Selain mempercepat masa studi, program RPL memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya mengakui pengalaman kerja sebagai kompetensi akademik, mengurangi beban perkuliahan, serta membuka akses pendidikan lebih luas bagi pekerja aktif.
Skema ini juga dinilai strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, termasuk dalam pengembangan karier profesional di berbagai sektor.
Komitmen Tingkatkan Kapasitas Diri
Keberhasilan Hj. Mimik Idayana meraih gelar sarjana menjadi bukti komitmen dalam meningkatkan kapasitas diri di tengah kesibukan sebagai pejabat publik.
Dalam keterangannya, Wabup Sidoarjo tersebut menyampaikan rasa syukur sekaligus motivasi bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, ini bukan sekadar gelar, tetapi bagian dari ikhtiar untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri. Saya ingin memberi contoh bahwa pendidikan bisa ditempuh kapan saja, tanpa batas usia dan profesi,” ujar Mimik.
Ia juga menambahkan bahwa ilmu yang diperoleh akan menjadi bekal dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Ilmu ini akan saya gunakan untuk memperkuat kinerja dan pelayanan publik di Kabupaten Sidoarjo, agar semakin profesional, responsif, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Tema: Siap Menaklukkan Masa Depan
Yudisium kali ini mengusung tema “Ditempa oleh Proses, Dikuatkan oleh Tantangan, Siap Menaklukkan Masa Depan.” Tema tersebut menjadi pesan kuat bagi para lulusan untuk siap menghadapi tantangan global dengan bekal ilmu dan pengalaman.
Suasana kebersamaan dan penuh kebanggaan tampak dalam sesi foto bersama civitas akademika dan para lulusan, mencerminkan optimisme dalam menatap masa depan. (*).





