SIDOARJO | JWI – Upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak dini terus digencarkan. Di Desa Banjarwungu, Kabupaten Sidoarjo, Yayasan Nurul Anwar resmi mengoperasikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyasar ratusan siswa dari enam sekolah sebagai penerima manfaat.
Program ini merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas gizi anak sebagai fondasi menuju visi Indonesia Emas 2045.
Layani Enam Sekolah, Serap 43 Tenaga Kerja
SPPG Banjarwungu dirancang untuk melayani Kelompok Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di enam lembaga pendidikan di wilayah tersebut. Selain fokus pada pemenuhan gizi siswa, operasional SPPG juga berdampak pada perekonomian lokal dengan menyerap 43 tenaga kerja, terdiri dari warga sekitar dan tenaga profesional di bidang pengolahan makanan serta manajemen dapur.
Pimpinan Yayasan Nurul Anwar, Amin Tohari, menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya fasilitas pelayanan tersebut. Ia memastikan distribusi makanan bergizi mulai berjalan efektif pada awal pekan.
“Prinsipnya kami sangat bersyukur bahwa SPPG kami di Sidoarjo ini segera bisa dilaksanakan, dan hari Senin besok kita sudah bisa mulai memberikan fasilitas pelayanan kepada penerima manfaat,” ujar Amin saat ditemui di lokasi.
Tekankan Kualitas dan Kebersihan
Dalam arahannya kepada tim pengelola dapur dan KSPPG, Amin menegaskan pentingnya standar kualitas dan kebersihan dalam setiap proses produksi makanan.
“Kami meminta pengelola dapur dan seluruh tim bekerja dengan baik sehingga menu-menu yang diberikan benar-benar terbaik. Tentu kebersihan menjadi perhatian utama,” tegasnya.
Menurutnya, kualitas gizi dan higienitas makanan menjadi kunci utama keberhasilan program ini, mengingat sasaran utama adalah anak-anak usia sekolah yang membutuhkan asupan nutrisi seimbang untuk menunjang pertumbuhan dan konsentrasi belajar.
Buka Layanan Aduan 24 Jam
Sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan peningkatan mutu layanan, pihak yayasan juga membuka kanal pengaduan dan saran selama 24 jam.
“Kami selalu menerima saran dan kritik terkait fasilitas yang kami berikan. Jika dalam perjalanan ada kekurangan, kami sangat terbuka dan siap memperbaiki,” tambahnya.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga kualitas layanan sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap program pemenuhan gizi tersebut.
Dukung Visi Indonesia Emas 2045
Kehadiran SPPG Banjarwungu diharapkan menjadi salah satu pilar penguatan kualitas generasi muda di Sidoarjo. Dengan asupan gizi yang lebih terjamin, program ini diyakini dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan, kecerdasan, dan daya saing anak-anak Indonesia.
“Karena ini menjalankan program Presiden Prabowo, kami berharap fasilitas ini dimanfaatkan dengan baik oleh penerima manfaat. Tujuannya meningkatkan kualitas warga Indonesia agar cita-cita menyongsong 2045 dapat tercapai,” pungkas Amin.(*).





