SIDOARJO | JWI – Video yang memperlihatkan menu ikan lele diduga belum dimasak dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Temu, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, viral di media sosial dan memicu perhatian publik.
Video berdurasi sekitar 49 detik tersebut memperlihatkan dua ekor lele dan tempe yang disebut-sebut dibagikan kepada siswa TK/PAUD Dharmawanita Temu. Unggahan itu kemudian menimbulkan pertanyaan masyarakat terkait standar pengolahan makanan dalam program MBG.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Yayasan sekaligus penanggung jawab SPPG Temu 001, Wahyu Sejati, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa menu yang dibagikan telah sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurut Wahyu, ikan lele yang terlihat dalam video bukan dalam kondisi mentah sepenuhnya, melainkan telah melalui proses marinasi sesuai prosedur pengolahan yang berlaku. Ia menjelaskan bahwa dalam skema distribusi tertentu, lauk memang dikirim dalam kondisi siap olah dan harus digoreng kembali sebelum dikonsumsi.

“Kami sudah menjalankan sesuai juknis. Prosesnya ada tahapan, dan sudah disosialisasikan kepada pihak sekolah,” ujarnya kepada para awak media,Sabtu (28/2/2026).
Ia juga menyebut bahwa video yang beredar tidak menampilkan keseluruhan menu yang dibagikan pada hari itu. Selain lele dan tempe, terdapat menu pendamping lain yang tidak terlihat dalam rekaman.
Lebih lanjut, pihak yayasan memastikan setiap proses produksi dan distribusi makanan diawasi melalui sistem quality control internal guna menjamin keamanan, kebersihan, dan kelayakan konsumsi sesuai standar gizi yang ditetapkan.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan bagian dari kebijakan nasional yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak-anak usia sekolah. Di Kabupaten Sidoarjo, program ini dilaksanakan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermitra dengan sekolah-sekolah.
Pihak yayasan berharap masyarakat tidak langsung menyimpulkan kondisi hanya berdasarkan potongan video yang tidak utuh, serta tetap mengedepankan klarifikasi dan verifikasi informasi sebelum menyebarkannya. (*).





